LAMPUNG – Dompet Dhuafa Lampung memiliki satu program di pilar kesehatan yang bertujuan memperbaiki gizi balita yakni melaluiĀ Pos Gerakan Sadar Gizi (GENZI).
Program ini merupakan intervensi perbaikan gizi balita wasting dan berisiko wasting melalui pendidikan pangan lokal dan perubahan perilaku makan yang dilakukan secara terus menerus selama 12 hari di Pos GENZI.
Karin selaku pelaksana Program Pos GENZI dari AIMI Lampung menyebutkan bahwa setelah satu bulan hingga dua bulan program ini berlangsung, terdapat beberapa penerima manfaat yang mengalami peningkatan berat badan.
Rohwati (53), salah satu kader posyandu di Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat, bercerita terkait pengalamannya dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Pos GENZI selama 12 hari. Ia pun merasa terbantu dengan adanya Program Pos GENZI yang telah memberikan banyak edukasi. Sehingga, terjadi perubahan perilaku pola asuh orang tua dan pola makan anak.
āTerima kasih AIMI dan Dompet Dhuafa, kami para kader dan orang tua mendapatkan ilmu baru dan dapat kami bagikan dan praktikkan terus ke depannya,ā ucapnya.
Perubahan perilaku akibat program ini terlihat baik pada orang tua maupun anak. Anak-anak sudah terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Sementara itu, para orang tua dituntut untuk bisa memberikan asupan makanan yang cukup dan seimbang bagi anak dengan tidak perlu memisahkan antara isi piring anak dan orang tua.
āSekarang orang tua tidak lagi bingung untuk memberikan makanan kepada balita. Karena tidak lagi memisahkan makanan anak dan makanan sehari-hari. Anak memakan apa yang dimakan orang tua,ā ucapnya.
Salah satu penerima manfaat program ini, Riyanti (32), juga bercerita bahwa anaknya kini menjadi lebih lahap makannya. Karena sebelumnya cukup sulit untuk makan. Menurutnya, makan bareng orang tua menjadi daya tarik yang cukup bagus agar anak lahap menghabiskan makanannya.
āAlhamdulillah, berkat Program Pos GENZI ini, kami ibu-ibu jadi lebih kreatif. Sekarang anak jadi suka ngemil juga,ā tutur Riyanti bercerita.





