Badai Perburuk Situasi Kemanusiaan di Gaza

Korban agresi serangan Israel (Foto: Reuters)

GAZA – Bencana kemanusiaan masih terus mengancam Kota Gaza setelah tenda-tenda warga sipil yang mengungsi dibanjiri air hujan dan dipenuhi limbah di tengah kerusakan besar-besaran menyusul perang genosida Israel.

“Kota ini menghadapi bencana kemanusiaan yang mencekik karena kerusakan parah pada infrastruktur dan kekurangan sumber daya dan peralatan yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan dasar,” kata juru bicara Pemerintah Kota Gaza Hosni Muhanna kepada Anadolu.

Ia mengatakan angin badai yang melanda Gaza dalam beberapa hari terakhir telah memperburuk penderitaan para pengungsi di kamp-kamp dan tempat penampungan, karena air hujan dan limbah menyapu ratusan tenda, menyebabkan puluhan tenda beterbangan.

Muhanna mengatakan delapan stasiun pemompaan limbah, tiga bak penampungan air hujan, dan lebih dari 175.000 meter linier jaringan pembuangan limbah telah hancur akibat perang Israel di Gaza.

“Hal ini mengakibatkan luapan limbah di beberapa daerah yang membanjiri jalan-jalan dan bercampur dengan air hujan di bak penampungan,” imbuhnya.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa krisis listrik dan bahan bakar saat ini semakin memperumit situasi di Gaza, membuat pemerintah kota tidak mampu mengatasi masalah banjir.

Menurut angka yang dirilis oleh kantor media pemerintah Gaza, serangan Israel telah menghancurkan hampir 88% infrastruktur daerah kantong itu, termasuk rumah, fasilitas vital, dan layanan publik.

Pada 19 Januari, gencatan senjata mulai berlaku di Gaza, menghentikan perang genosida Israel yang menewaskan lebih dari 47.500 orang dan membuat daerah kantong itu hancur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here