
PERLOMBAAN teknologi militer diam-diam terus berlanjut, sesuai dengan prinsip “Si vis pacem para bellum”, yang artinya, “siapa yang ingin berdamai harus siap perang”.
Di tengah memanasnya ketegangan geopolitik, China memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membangun persenjataan mutakhir.
TV pemerintah China, CCTV seperti dikutip Detik.com (10/8) merilis tayangan video singkat memamerkan ‘robot serigala’ dilengkapi senapan yang sedang mengikuti simulasi perang.
Bekerja bersama Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), robot yang dikatakan siap tempur ini terlihat menyusuri lereng bukit dalam kelompok yang terkoordinasi sementara tentara bertukar tembakan tanpa senjata.
Saat pasukan PLA merunduk untuk menghindari tembakan, robot serigala terus bergerak maju.
Robot serigala ini disebut-sebut berbeda dari robot anjing yang dibuat sebelumnya untuk militer. Anjing robot yang lincah dan ringan dibuat untuk pengintaian, sedangkan robot serigala ini secara khusus dirancang untuk pertempuran.
Baik robot anjing maupun robot serigala ini dikendalikan dari jarak jauh, dilengkapi sistem LiDAR untuk memetakan lingkungannya.
“Mereka dapat menjelajahi berbagai medan dan melakukan serangan presisi hingga jarak 100 meter,” demikian pernyataan media tersebut.
Media pemerintah pertama kali memberi bocoran tentang pengembangan robot serigala ini November 2024.
Dilengkapi senapan serbu
Liputan media pemerintah menunjukkan sekelompok robot berkaki empat yang menyeramkan ini menjelajahi gurun sambil membawa senapan serbu, yang digunakan untuk menembakkan peluru ke manekin.
Sekarang, dikutip detikINET dari Futurism, tampaknya pengembangannya telah selesai, karena pasukan PLA sudah berlatih untuk menggunakan makhluk logam ini dalam situasi pertempuran.
Semua ini membuktikan kecepatan kemajuan robotika China. Dikutip detikINET dari Futurism, negara itu juga telah mengerahkan ratusan ribu robot industri dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, China tidak sendirian dalam persaingan robotika. Prancis juga berinvestasi besar-besaran dalam teknologi tempur robotik, berharap dapat membentuk pasukan robot pada tahun 2040.
Meskipun demikian, kapasitas robotika negara Eropa tersebut secara keseluruhan sangat kecil dibandingkan dengan China.
Tak mau kalah, Amerika Serikat juga berinvestasi besar-besaran dalam robot militer. Awal tahun ini, seorang pejabat Pentagon menyatakan bahwa “kami akan berinvestasi dalam robot pembunuh otonom.”
Dan tahun lalu, Angkatan Darat AS diketahui sedang menguji robot anjing yang dilengkapi senapan di lokasi pengujian yang dibuat agar terlihat seperti lokasi Timur Tengah.
Bagi TNI, tidak ada alasan untuk tidak terus fokus memodernisasi diri sesuai visi pertahanan Presiden Prabowo Subianto di tengah ketidakpastian global di mana konflik sewaktu waktu bisa terjadi.




