J-20S Jet Tempur Generasi ke-6 China

Pesawat tempur J-20 buatan China yang disebut-sebut mengungguli F-35 Lightning II dan F-22 Raptor AS serta Sukhoi SU-57 Rusia.China sedang mengebangkan S-20S generasi ke-6 yang berkualifikasi lebih siluman.

PARADE militer memperingati Hari Kemenangan China pada Perang Dunia II, yang digelar Rabu (3/9), menjadi ajang debut publik jet tempur siluman generasi ke-6 berkursi ganda pertama di dunia J-20S.

National Security Journal (NSJ) melaprkan, kehadirannya langsung menjadi sorotan karena disebut-sebut mampu menantang dominasi udara Amerika Serikat yang saata ini mengandalkan pesawat generasi ke-5 F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Pesawat tempur generasi ke-6 antara lain memiliki keungulan dibandingkan generasi pendahulunya, seperti berkualifikasi lebih siluman dengan pesenjataan yang tersembunyi di body pesawat, mampu mengintegraikan wahana tenpur lain baik di darat maupun di laut dan udara (dengan drone) serta berkemampuan melepas rudal secara presisi dan multi target.

J-20S merupakan varian terbaru dari J-20 Mighty Dragon atau Naga Perkasa yang dikembangkan Chengdu Aircraft Corporation, China sebagai jet tempur yang dirancang mengintegrasikan wahana jaringan tempur lainnnya.

Kedua awaknya bertugas mengoordinasikan kawanan drone tempur, perang elektronik, hingga mengarahkan rudal jarak jauh di luar jangkauan visual.

Menurut NSJ, J-20S menjadi satu-satunya jet tempur di dunia dengan kursi ganda, yang memungkinkan kedua awak fokus pada koordinasi serangan, misi pengintaian, hingga kendali drone.

J-20S ditengai mesin WS-15 yang memungkinkan supercruise—terbang supersonik tanpa afterburner – dlengkapi sistem sensor canggih, termasuk electro-optical targeting system (EOTS) di bawah hidung dengan  cakupan 360 derajat, mirip Distributed Aperture System (DAS) milik Ligthning II F-35 AS.

Dengan kemampuan itu, awak J-20S bisa memproses data radar, visual, dan sensor lain untuk menciptakan gambaran medan tempur yang lebih luas dan presisi.

“Desain dua kursi ini memungkinkan serangan terkoordinasi dan pengelolaan misi kompleks, termasuk dengan drone dan peperangan elektronik,” tulis laporan analis pertahanan.

NSJ mnilai, kehadiran J-20S menandai lompatan signifikan  AU Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF). Selain J-20S, parade juga menampilkan jet tempur J-20A, versi terbaru J-20 berkursi tunggal generasi terdahulu (ke-5) yang dimodifikasi.

Bentuk kokpit yang diperbarui, badan pesawat yang lebih besar, serta kemungkinan integrasi mesin WS-15 disebut membuat jet ini lebih siap untuk penerbangan supersonik dan muatan avionik modern.

AU China yang sampai awal 1980-an masih mengandalkan pesawat tempur Uni Soviet, paling melakukan copy paste seperti pengebom Xian H-6 berasal dari Tupolev TU-16 atau pesawat tempur Nanchang Q-5 yang merupakan salinan MiG-19 Uni Soviet.

Kini keandalan pesawat tempur China dalam perang nyata (combat proven) juga  terbukti, a.l saat jet tempur J-10C buatannya yang digunakan AU Pakistan menjatuhlan lima pesawat tempur India (tiga Rafale buatan Perancis, dan masing-masin satu MiG-29 (eks Uni Soviet) dan Sukhoi SU-30 eks Rusia pada Mei lalu.

Sedangkan armada laut China dengan 600-an kapal perang termasuk tiga kapal induk atau dalam jumlah, sudah mengungguli AL AS (300-an kapal).

China dilaporkan  juga terus mengembangkan rudal rudal jelajah antarbenua (ICBM) seri Dong Feng (terbaru DF-41 dan DF-61 berkecepatan hypersonic sampai 25 kali kecepatan suara dan berjangkauan sampai 15.000 km. (NSJ/ns)

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here