Palestina Sambut Inisiatif Perdamaian Trump di Gaza

Sudah 145 negara mengakui kedaulatan Palestina, 45 tidak mengakui. Makin banyak yang mengakui menunjukkan terjadinya perubaha peta diplomasi terkait isu Palestina (ilustrasi: dok.ist/ Idola)

JAKARTA, KBKNews.id – Pemerintah Palestina menyatakan dukungan terhadap upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berinisiatif mengakhiri perang di Gaza. Palestina juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Washington serta pihak-pihak lain demi mewujudkan perdamaian yang menyeluruh.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Palestina, WAFA, kepresidenan menyebutkan, “Negara Palestina menyambut baik upaya tulus dan penuh tekad Presiden Donald J. Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza, serta yakin akan kemampuannya menemukan jalan menuju perdamaian.”

Palestina menekankan pentingnya kemitraan dengan AS guna mewujudkan stabilitas kawasan. Komitmen bersama itu diarahkan pada kerja sama dengan negara-negara regional dan mitra internasional untuk menghentikan perang melalui kesepakatan komprehensif.

Pernyataan tersebut juga menyoroti perlunya sebuah perjanjian menyeluruh yang mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, pembebasan sandera Israel maupun tahanan Palestina, pembentukan mekanisme perlindungan bagi rakyat Palestina, serta penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Langkah-langkah itu diyakini dapat membuka jalan bagi penyatuan wilayah dan lembaga Palestina di Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta mengakhiri pendudukan.

Hal tersebut sekaligus menjadi dasar bagi terwujudnya perdamaian adil berdasarkan solusi dua negara, yakni berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdampingan dengan Israel dalam keamanan dan hubungan bertetangga yang baik sesuai legitimasi internasional.

Sehari sebelumnya, Senin (29/9/2025), Presiden Trump mengumumkan rencana berisi 20 poin untuk mengakhiri konflik Israel–Palestina dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rencana itu di antaranya mencakup pertukaran tahanan, pelucutan senjata Hamas secara total, serta pembentukan komite teknokratis yang nonpolitik untuk mengelola Gaza.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina di Gaza, mayoritas perempuan dan anak-anak. Pengeboman tanpa henti membuat wilayah tersebut nyaris tak layak huni serta memicu bencana kelaparan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here