Pemerintah Minta Keluarga Korban Sandera di Filipina Bersabar

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu/ viva.co.id

JAKARTA – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta keluarga Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles yang disandera kelompok Abu Sayyaf bersabar karena Indonesia dan Filipina serius dalam mengupayakan pembebasan sandera.

Ia mencontohkan, belasan WNI yang sebelumnya disandera Abu Sayyaf berhasil bebas kurang dari tiga bulan.

“Bersabar saja. Membebaskan itu tidak gampang. Buktinya ada yang sampai tahunan membebaskan. Mudah-mudahan tidak begitu. Kemungkinan dua sampai tiga bulan,” ucap Ryamizard, seperti dilansir CNN Indonesia, Kamis (4/8/2016).

Sebelumnya, juru bicara korban, Amirullah, memaparkan komunikasi antara penyandera dengan keluarga sandera berlangsung sejak dua pekan terakhir.

Amirullah mengatakan jika penyandera menyatakan salah satu sandera sempat sakit, menderita luka pada kakinya. Penyandera juga meminta uang tebusan 250 juta peso dan memberi tenggat waktu pembayaran selama 15 hari, terhitung sejak 1 Agustus lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto enggan menanggapi kabar tersebut.

“Pemerintah tidak pangku tangan, tidak diam. Soal sakit enggak sakit, itu kan katanya. Barangkali itu trik penyandera,” kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (3/8/2016).

Advertisement