
ERA kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sejak Oktober 2024 lalu a.l. ditandai rencana pengadaan alutsista besar-besaran, yang sebagian kontraknya juga sudah diteken saat ia menjabat Menhan.
Pesawat tempur KAAN
Indonesia menandatangani kontrak pengadaan 48 jet tempur generasi kelima buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) KAAN senilai 10 miliar dollar AS (sekitar Rp165 triliun) Agustus lalu.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan langsung penandatanganan kontrak implementasi antara Pemerintah RI dan Turki di tengah pameran pertahanan internasional (IDEF) 2025 di Istanbul (26/7).
Spesifikasi KAAN a.l. berawak satu, panjang 20.3m, benang sayap 20.3m, tiggi 5m, bobot 34,75 ton, digerakkan oleh dua mesin GEF110-GE-129 Turobofan, kecepatan maks Mach 1.8. KAAN dibandrol per uitnya Rp100 juta dollar AS (sekitar Rp1,65 triliun).
Senjata yang bisa dibawa KAAN a.l. kanon 30mm, rudal dari udara ke udara (Peregrine, Merlin dan Meteor), rudal udara ke permukaan termasuk rudal jelajah SOM, dan aneka bom pintar.
KAAN adalah pesawat tempur generasi ke-5 segala cuaca dan menyandang kualifikasi siluman yag semula dirancang menggantikan Fighting Falcon F-16 buatan AS yang dioperasikan Turki.
Pesawat tempur J-10C
Isu bahwa RI akan membeli 42 unit pesawat tempur multiperan bersayap delta Chengdu J-10C buatan China beredar beberapa waktu belakangan ini, sementara Menhan Sjafrie Sjamsoeddin tidak membantah maupun mengiakan rencana itu.
Spesifikasi J-10C a.l berawak satu, kecuali dua untuk versi pesawat latih, panjang 16,9m, rentang sayap 11,3m, tinggi 5,7m, berat kosong : 9.750 kg, berat maks saat lepas landas 19.277 kg, digerakkan oleh mesin Saturn atau Shenyang WS-10A.
Laju maks. Mach 1,8, radius tempur sampai 2.600 km, sedangkan persenjatannya a.l kanon 1 × 23 mm, rudal udara ke udara , PL-8, PL-11, PL-12, PL-15, rudal udara ke permukaan KD-88 dan YJ-91 dan bom bom berpemandu laser.
Debut J-10C cukup meyakinkan, terbukti atau “combat proven” saat digunakan oleh AU Pakistan dalam konflik perbatasan Mei lalu, berhasil menjatuhkan sekaligus lima pesawat AU India (dua Rafale, buatan Prancis, satu MiG-29 dan dua Sukhoi SU-30 (eks-Rusia).
Pesawat tempur Rafale
Saat Prabowo menjabat sebagai Menhan, Indonesia meneken kontrak pengadaan 42 pesawat tempur Rafale dari Prancis.
Termin pertama telah diteken Kemenhan dengan pembuatnya: Dassault pada 2022 untuk enam unit pesawat, dan kontrak tahap kedua diteken pada Agustus 2023 untuk 18 unit, dan tahap ketiga pada 8 Januari 2023 untuk 18 pesawat.
Rafale merupakan pesawat tempur multiperan bermesin ganda dan kanard (sayap kecil) buatan Dassault Aviation, Prancis yang selain dioperasikan Prancis, juga oleh India, Kroasia, Mesir, Qatar, dan Yunani.
Spesifikasinya a.l. berawak satu atau dua tergantung variannya, panjang 15,27m, rentang sayap 10,8m, tinggi 5,34m, berat kosong 10,2 ton dan berat maks. lepas landas 24,5 ton,
Rafale digerakkan oleh dua mesin Snecma 88-2 , laju maks. atau di atas Mach-2 atau 2.390 km/jam (ketinggian tinggi) dan 1.390 km/jam (ketinggian rendah), sedangkan jangkauan 3.700 km.
Senjatanya a.l kanon 30 mm, rudal udara ke udara MICA IR/EM, Magic II dan MBDA Meteor, rudal udara ke permukaan MBDA Apache dan lainnya serta sejumlah bom berpemandu laser.
Kapal selam Scorpene
Improved Propulsion (AIP) tersebut akan dibangun sepenuhnya di dalam negeri oleh engineer Indonesia.
Dengan panjang 71 m, kecepatan 21 knot dan mampu menyelam sedalam 300m dan berada di bawah air selama 12 hari, sedangkan awaknya berjumlah 31 orang. Scorpene dipersenjatai 18 torpedo dan sejumlah rudal permukaan ke permukaan Excocet MM 39.
Kapal perang Frigate PPA
Pada September lalu, kapal perang jenis Frigate Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) atau kapal perang multi fungsi terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 tiba di Indonesia setelah berlayar dari galangan kapal Fincantieri, Muggiano, Italia
Sementara satu kapal lagi yakni KRI Prabu Siliwangi 231 akan datang ke Indonesia di awal 2026 mendatang.
Kapal Induk Itali
Indonesia dikabarkan juga berencana membeli kapal induk bekas Italia, Giuseppe Garibaldi (C-551), melalui skema pinjaman luar negeri senilai sekitar US$450 juta. Kapal ini akan difungsikan sebagai kapal induk helikopter dan drone.
Jika jadi diwujudkan, akuisisi ini akan menjadikannya sebagai kapal induk pertama yang akan memperkuat armada TNI AL.
Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180m, lebar 33m dan berat penuh 14.000 ton, dan ditenagai empat turbin gas, mampu melaju sampai kecepatan 30 knot, berkapaitas 18 pesawat tempur yang tinggal landas vertikal yakni Harrier AV-8B buatan Inggris.
Rudal balistik KHAN
Kementerian Pertahanan RI meneken kontrak dengan industri militer Turki, Roketsan terkait pembelian rudal KHAN pada 2022 untuk TNI AD.
Belakangan,TNI AD mengungkap rudal itu sudah tiba di Indonesia dan ditempatkan di Batalyon Artileri Medan 18 Kalimantan Timur yang berada di bawah komando Kodam VI/Mulawarman.
Pembelian besar-besaran alutsista tersebut, jelas meningkatkan daya pukul yang menjadi kekuatan penangkal (deterrent) bagi yang ingin coba-coba mengganggu kdaulatan RI.
Namun di sisi lain, di tengah efisiensi yang dilakukan pemerintah, ditambah lagi, agaknya dalam waktu dekat ini tidak tampak potensi serangan dari luar, sehingga ada juga yang mempertanyakan, keijakan pemerintah memborong alutsista saat ini.
Selain itu semoga tak terulang lagi, ketidaksiapan pangkalan dan perawatan sehingga alutsisa yang harganya mahal karena berteknologi canggih, mejadi mangkrak seperti terjadi saat kampanye Trikora, di era 1960-an.
Saat itu, pesawat-pesawat tempur canggih buatan Uni Soviet di eranya seperti pesawat interceptor (buru-sergap) MiG-21 dan pengebom taktis TU-16 milik TNI-AU mangkrak karena kelangkaan suku cadang, begitu pula kapal penjelajah RI Irian yang konon dibesituakan. (CNN Indonesia-ns)




