LONDON (KBK) – Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Amnesty International, menyerukan PBB agar segera mengevakuasi seorang gadis Suriah yang masih berusia sepuluh tahun.
Menurut lembaga tersebut, gadis itu ditembak kakinya oleh seorang penembak jitu di kota Madaya, kota yang dikepung tentara Suriah abdi Bashar Al Assad, di pinggiran kota Damaskus.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, (12/8/2016), kelompok tersebut mendesak PBB menurunkan tim satga kemanusiaan di Suriah, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan pemerintah Rusia, untuk mengevakuasi gadis tersebut karena dikhawatirkan kesehatannya semakin memburuk.
Organisasi ini juga meluncurkan petisi online yang telah mengumpulkan 6.000 tanda tangan.
“Ghina Wadi ditembak pada 2 Agustus lalu, di kaki kirinya dalam perjalanan untuk membeli obat untuk ibunya, bersama dengan kakaknya 8 tahun, yang juga menderita luka ringan.” ungkap lembaga itu.
Ditambahkan Amnesty, peluru itu menghancurkan pahanya, menyebabkan patah tulang yang kompleks dan pemutusan saraf.
“Dokter yang merawatnya mengatakan, ia membutuhkan operasi secepatnya,” ungkap Diana Semaan, seorang peneliti Amnesty di Suriah.
Dikutip dari Al Jazeera, Semaan melaporkan bahwan pemerintah Suriah menolak memberikan izin kepada keluarga untuk mengevakuasi gadis tersebut sementara perawatan medis lanjutan tidak ada di Madaya.
Wadi saat ini hanya dirawat di rumah sakit darurat di kota, ia hanya mendapat obat penenang, termasuk Morfin, yang hanya mampu meringankan rasa sakit selama sepuluh sampai 15 menit.





