
PERANG Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung sengit memasuki hari ke 18, Rabu (17/3) melonjakkan harga minyak mentah global sehingga dikhawatirkan berujung bisa memacu ersesi dunia.
AFP melaporkan, harga acuan minyak mentah global West Texas Intermediate (WTI) pada Rabu 06.15 GMT atau pukul 13.15 WIB naik 5,16 persen menjadi 98,32 dollar AS per barrel, sedagkan jenis Brent sempat naik walau kemudian terkoreksi menjadi 102 dollar AS per barrel.
Lonjakan harga minyak dipicu kekhawatiran terkait gangguan pasokan global setelah sejumlah negara menolak permintaan bantuan kapal perang dari Presiden AS Donald Trump untuk mengamankan Selat Hormuz dari Iran.
Iran disebut menargetkan negara-negara tetangga penghasil minyak mentah, sehingga meningkatkan risiko terhadap jalur distribusi energi global.
Serangan drone juga dilaporkan menghantam kompleks minyak Fujairah di pantai timur Uni Emirat Arab (UEA), memicu kebakaran, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Ladang minyak utama Abu Dhabi di Uni Emirat Arab (UEA), Shah, terkena serangan drone atau pesawat tak berawak pada Senin (16/3).
Drone itu menyebabkan fasilitas minyak terbakar. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan lain.
Fasilitas di Teluk Oman itu memiliki peran penting karena memungkinkan UEA mengekspor minyak tanpa melalui Selat Hormuz.
Cegat serangan Drone
Sejumlah negara di Teluk produsen minyak seperti Qatar mengeklaim berhasil mencegat serangan rudal yang mengarah ke wilayahnya, dan jurnalis AFP melaporkan mendengar sejumlah ledakan di Doha saat sistem pertahanan udara bekerja.
Di Dubai, warga menerima peringatan melalui ponsel untuk segera mencari tempat aman akibat potensi ancaman rudal.
Ledakan juga terdengar di kota tersebut setelah peringatan dikeluarkan. Sementara itu, di Abu Dhabi, serpihan rudal yang berhasil dicegat dilaporkan menewaskan satu warga negara Pakistan.
Insiden juga terjadi di laut lepas Oman, ketika sebuah kapal tanker terkena “proyektil tak dikenal”. Otoritas maritim Inggris menyebut insiden tersebut hanya menyebabkan kerusakan struktural ringan dan tidak menimbulkan korban luka.
Israel juga meningkatkan operasi dengan melancarkan gelombang serangan besar-besaran ke Teheran, ibu kota Iran dan menargetkan posisi Hizbullah di Beirut, Lebanon. Media pemerintah Lebanon melaporkan serangan menghantam tiga kawasan, termasuk sebuah gedung apartemen.
Seorang perempuan asal Ethiopia dilaporkan terluka dalam serangan tersebut. Di Irak, Kedubes AS di Baghdad menjadi sasaran serangan drone dan roket
Kabar yangmengejutkan, Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan berhasil menjalani operasi di Rusia setelah mengalami luka serius di tengah perang Iran melawan AS dan Israel.
Presiden Rusia Vladimir Putin disebut membantu evakuasi Mojtaba Khamenei dari Iran ke Rusia menggunakan pesawat militer untuk menjalani operasi di Moskow.
Media Kuwait Al-Jarida, mengutip sumber pejabat tinggi Iran pada Minggu (15/3), melaporkan Mojtaba diam-diam dibawa ke Moskow dan sukses menjalani operasi.
“Mojtaba diam-diam dipindahkan ke Moskow untuk menjalani operasi karena alasan kesehatan dan keselamatan,” demikian pernyataan itu, dikutip dari harian media tertua Korea Selatan, The Chosun. (CNNI/kompas.com/ns)




