JAKARTA, KBKNEWS.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya mendanai pihak tertentu untuk mempertanyakan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tuduhan yang beredar di media sosial itu bahkan menyebut angka dana hingga Rp5 miliar.
JK menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menyatakan tidak pernah terlibat, tidak pernah memberikan dana, bahkan tidak mengenal pihak-pihak yang disebut dalam tuduhan tersebut.
Meski mengakui mengenal Roy Suryo sebagai mantan menteri, JK memastikan tidak ada hubungan terkait isu tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan di kediamannya saat Ramadan lalu hanya membahas kondisi bangsa bersama sejumlah akademisi dan profesional.
Menurutnya, pertemuan itu bersifat terbuka dan tidak ada kaitannya dengan polemik ijazah Jokowi, melainkan sebatas memberikan saran untuk kebijakan kepada Presiden.
Merespons tuduhan yang dinilai merusak reputasinya, JK menyatakan akan menempuh jalur hukum.
Kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu, tengah menyiapkan laporan yang akan diajukan ke Bareskrim Polri atau Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Siber.
Langkah hukum ini diambil untuk mencari kebenaran sekaligus meminta pertanggungjawaban pihak yang telah menyebarkan tuduhan tersebut.




