EMPAT negara Muslim (Arab Saudi, Mesir, Pakistan dan Turki mewacanakan pembentukan aliansi keamanan semacam Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) demi mencegah ancaman Israel.
Baru-baru ini Mesir dan Pakistan menggelar latihan militer gabungan di negara Asia Selatan, yang sudah biasa dilakukan, bukan yang pertama bagi kedua negara.
Latihan selama dua minggu tersebut dianggap berpotensi menyatukan pasukan tempur khusus antara Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi, sehingga mendekati aliansi keaman
Kolaborasi empat negara itu disebut sudah berkoordinasi soal isu-isu keamanan dan pertahanan dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan udara Israel ke Doha, Qatar, pada September 2025 disebut jadi pemicu kian intensifnya kontak dan pertemuan tingkat tinggi kuartet negara tersebut.
Agresi Israel itu dianggap para analis memperluas batas ancaman regional, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang keandalan penjamin keamanan eksternal.
“Segera setelah serangan itu, negara-negara Arab, terutama di wilayah Teluk, menyadari bahwa mereka tidak akan pernah kebal dari serangan Israel,” kata analis politik independen Mesir, Islam Mansi, kepada The New Arab.
Tidak kaleng-kaleng
Menurut laporan Global Firepower 2026, kekuatan militer keempat ngara tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan budget militer Arab Saudi masuk dalam 10 besar dunia (ranking ke-8) sebesar 94 miliar dolar AS, Turkiye ke-12 (51,4 miliar dolar AS, Pakistan ranking ke-38 (9,10 miliar dolar AS) dan Mesir ranking ke-56 (5,2 miliar dolar AS).
Turki memiliki 355.200 tentara aktif, 378.000 personil cadangan dan 15.000 paramiliter, sedangkan Arab Saudi berkekuatan sampai 257.000 personil aktif plus sampai 150.000 personil paramiliter, dan Mesir memiliki sampai 1,2 juta tentara (termasuk 440.000-an personil aktif, serta Turki berkekuatan sekitar 355.000 personil militer aktf dan 378.700 personil cadangan.
Sedangkan militer Israel sendiri sebagai lawan bersama negara-negara Arab menempati urutan ke-18 degan anggaran militer 34,6 miliar pada 2026 dan jumlah personil tetap 169.000 orang dan cadangan 465.000 orang.
Walau kekuatan militer kubu negara-negara Arab jauh mengungguli Israel, baik dalam jumlah aset (alutsista) yang dimiliki maupun besarnya anggaran, kekuatan mereka tidak terhimpun dengan baik , sehingga pembentukan aliansi keamanan agaknya bisa menjadi solusi terhadap potensi ancaman Israel. (CNNI/Reuters)




