Indro Warkop Pilih Dompet Dhuafa untuk Kurban, Tepat Sasaran hingga Pelosok

JAKARTA, KBKNEWS.id — Komedian senior Indro Warkop mengaku memilih Dompet Dhuafa sebagai tempat berkurban karena dinilai memiliki distribusi yang tepat sasaran hingga ke pelosok daerah dan mancanegara.

Hal itu disampaikan Indro saat menghadiri talk show “Kurbanaval: The Kurban Series 1447 H” di Cibis Park, Sabtu (2/5/2026).

Indro menegaskan bahwa makna utama ibadah kurban bukan terletak pada besar atau banyaknya hewan yang disembelihkan, melainkan keikhlasan hati dalam menjalankannya.

“Poin penting dalam berkurban bukan sekadar tentang seberapa besar atau banyaknya jumlah hewan yang dipersembahkan, melainkan tentang keikhlasan dalam hati,” ujar Indro.

Menurutnya, kurban merupakan bentuk persiapan spiritual manusia dalam menghadapi kehidupan akhirat. Ia menyebut ibadah kurban sebagai “kendaraan” menuju surga, namun semua tetap bergantung pada niat dan ketulusan seseorang.

“Bagi saya, keikhlasan adalah yang paling utama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Indro juga menceritakan kecintaannya terhadap dunia otomotif yang disebut sebagai warisan keluarga. Meski begitu, ia memiliki pandangan tersendiri mengenai makna “kendaraan terbaik”.

“Kendaraan yang proper itu yang tidak lebih dan tidak kurang, karena kendaraanlah yang akan mengantarkan kita ke tujuan,” ucapnya.

Indro mengaku sempat ragu menentukan tempat untuk berkurban, sebelum akhirnya memilih program Tebar Hewan Kurban (THK) dari Dompet Dhuafa.

Ia menilai distribusi kurban lembaga tersebut dilakukan melalui survei yang jelas sehingga manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Saya pernah berkurban di Myanmar lewat Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa, Ali Bastoni, menjelaskan tema “The Kurban Series” tahun ini mengajak masyarakat menyiapkan “kendaraan terbaik” menuju akhirat melalui ibadah kurban.

Dompet Dhuafa menargetkan dua juta penerima manfaat dalam program THK yang menjangkau 21 provinsi hingga sejumlah negara seperti Somalia, Sudan, Palestina, dan Myanmar.

Selain membantu masyarakat penerima manfaat, program tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi peternak lokal.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here