JAKARTA, KBKNews.id – Hari Tasyrik adalah hari-hari setelah Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Sebagian ulama juga memasukkan hari Iduladha (10 Zulhijah) sebagai bagian dari hari tasyrik sehingga jumlahnya menjadi empat hari. Ada beberapa pelajaran dalam Hari Tasyrik.
Istilah “tasyrik” berasal dari kata syaraqat asy-syams yang berarti matahari terbit. Dalam bahasa Arab, menjemur sesuatu di bawah sinar matahari disebut syarraqa. Karena itu, hari-hari ini dinamakan hari tasyrik karena masyarakat Arab dahulu menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng.
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa penamaan hari tasyrik berkaitan dengan waktu penyembelihan kurban yang dilakukan setelah matahari terbit.
Keutamaan Hari Tasyrik
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang.”
(QS Al-Baqarah: 203)
Para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas menjelaskan bahwa yang dimaksud ayyamin ma’dudat (hari-hari yang berbilang) adalah hari-hari tasyrik.
Sementara dalam Surah Al-Hajj ayat 28, Allah juga menyebut ayyamin ma’lumat yang ditafsirkan sebagai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Dua momentum ini merupakan waktu istimewa untuk memperbanyak zikir kepada Allah. Karena itu, kaum muslimin dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tasbih, dan berbagai bentuk zikir lainnya sejak awal Zulhijah hingga akhir hari tasyrik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari Al-Qar.”
(HR Abu Dawud)
Hari Al-Qar adalah tanggal 11 Zulhijah, dinamakan demikian karena para jamaah haji menetap di Mina pada hari tersebut.
Hari Tasyrik Dilarang untuk Berpuasa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.”
(HR Muslim)
Karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa berpuasa pada hari tasyrik hukumnya haram, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan dam.
Larangan puasa ini mengandung hikmah besar. Setelah kaum muslimin bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari pertama Zulhijah, Allah memberikan kesempatan untuk menikmati nikmat-Nya sambil memperbanyak syukur dan zikir.
Hari tasyrik bukanlah hari untuk bermalas-malasan atau berbuat maksiat, tetapi momentum memperbanyak ingat kepada Allah sambil menikmati hidangan yang halal.
Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik
1. Memperbanyak Zikir dan Takbir
Amalan utama di hari tasyrik adalah memperbanyak zikir kepada Allah.
Allah berfirman:
“Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang.”
(QS Al-Baqarah: 203)
Bentuk zikir pada hari tasyrik di antaranya:
– Membaca takbir kapan saja
– Bertakbir setelah salat wajib (takbir muqayyad)
– Memperbanyak tasbih, tahmid, dan tahlil
– Berzikir saat menyembelih hewan kurban
– Membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan
Para sahabat seperti Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma diketahui bertakbir setelah salat wajib mulai Subuh 9 Zulhijah hingga 13 Zulhijah.
2. Bertakbir Saat Menyembelih Kurban
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan membaca:
“Bismillahi wallahu akbar.”
ketika menyembelih hewan kurban.
Takbir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah atas nikmat hewan ternak yang diberikan-Nya kepada manusia.
3. Memperbanyak Doa
Sebagian ulama salaf menganjurkan memperbanyak doa pada hari tasyrik, terutama doa:
“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”
Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat karena mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari pernah menyampaikan bahwa doa pada hari-hari tasyrik termasuk doa yang mustajab. Karena itu, kaum muslimin dianjurkan memperbesar harapan kepada Allah dan memperbanyak munajat.
Hikmah Takbir dalam Islam
Takbir memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Kalimat “Allahu Akbar” dibaca dalam banyak keadaan:
– Pembuka salat
– Hari raya
– Saat melihat nikmat Allah
– Ketika menyembelih kurban
– Saat melempar jumrah
Makna utamanya adalah mengagungkan Allah di atas segala sesuatu. Ketika seorang hamba mengucapkan “Allahu Akbar”, ia sedang menegaskan bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah, termasuk nikmat dan urusan dunia yang sedang dihadapinya.
Karena itu, hari tasyrik menjadi momentum untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hari tasyrik adalah hari-hari istimewa yang dipenuhi dengan zikir, doa, makan, minum, dan rasa syukur kepada Allah. Kaum muslimin dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari tersebut dengan memperbanyak amal saleh dan tidak menyia-nyiakannya dalam kelalaian.
Semoga Allah memudahkan kita untuk menghidupkan sunnah di hari tasyrik dan menerima seluruh amal ibadah kita.




