Berawal dari Terapi Membaca, Salwa Kini Jadi Relawan Penyuara Audio Buku

JAKARTA, KBKNEWS.id  – Berawal dari terapi membaca untuk mengatasi speech delay, Salwa Amalia Kaysan kini tumbuh menjadi pegiat literasi dan meraih penghargaan sebagai Relawan Penyuara Audio Buku Inspiratif dalam ajang SLI Award yang digelar Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa.

Siswi SMAN 97 Jakarta berusia 16 tahun itu kehilangan ayahnya sejak kecil dan dibesarkan oleh sang ibu, Ersa, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Saat Salwa mengalami keterlambatan bicara, tenaga medis menyarankan agar ibunya rutin membacakan buku dengan nyaring. Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu Salwa berbicara lebih lancar, tetapi juga menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia literasi.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Salwa mulai mengajak teman-temannya membaca buku di taman. Bersama sang ibu, ia membuka lapak baca gratis menggunakan koleksi buku yang dimiliki.

Semangat itu terus berkembang setelah bergabung dengan program Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa. Salwa aktif mengikuti berbagai pelatihan literasi, meraih prestasi menulis, serta mengantongi sertifikat pelatihan 32 jam.

Dedikasinya juga terlihat dari kebiasaannya menyisihkan uang santunan yatim untuk membeli buku baru agar dapat dibaca anak-anak lain.

Atas kiprahnya, Salwa menerima penghargaan sebagai Relawan Penyuara Audio Buku Inspiratif pada peringatan Satu Dekade SLI Dompet Dhuafa di Perpustakaan Nasional RI.
Kini, Salwa mengelola Taman Baca Masyarakat (TBM) Ersalrif di kawasan Brigif, Jakarta Selatan.

Melalui taman baca tersebut, ia mengajak anak-anak lebih akrab dengan buku di tengah pesatnya penggunaan gawai.

Kisah Salwa menunjukkan bahwa perjuangan, ketekunan, dan dukungan seorang ibu mampu mengubah keterbatasan menjadi inspirasi yang menerangi banyak orang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here