MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id – Suasana pagi yang dingin di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi terasa sedikit berbeda bagi warga yang mengungsi. Meskipun duka masih menyelimuti akibat bencana yang melanda, secercah harapan dan kehangatan hadir melalui “Pos Hangat” yang didirikan oleh Dompet Dhuafa.
Tenda oranye terang bertuliskan “DISASTER MANAGEMENT CENTER DOMPET DHUAFA” dan “POS HANGAT” menjadi pusat perhatian warga sejak dini hari. Berdiri di area terbuka yang masih gelap, pos ini menjadi tempat bernaung sementara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal atau masih takut kembali ke rumah karena gempa susulan.
Sejak subuh, para bapak terlihat berjalan menuju pos ini setelah menunaikan salat subuh. Beberapa warga masih terlihat mengenakan kain sarung dan peci yang digunakan saat salat, melangkah perlahan menuju sumber kehangatan tersebut.
Sesampainya di Pos Hangat, relawan Dompet Dhuafa yang bertugas dengan sigap menyambut warga dengan ramah. Di dalam tenda yang diterangi lampu listrik, deretan gelas kertas, air panas, kopi sachet, teh, dan susu sudah tersaji rapi. “Silakan Pak, diminum dulu kopi atau tehnya biar badan hangat,” sapa salah satu relawan kepada seorang warga yang baru datang, Sabtu (22/8/2026).
Suasana di pos ini cukup ramai dan hidup. Warga berkumpul, duduk di kursi plastik biru yang disediakan, atau berdiri di area terbuka depan tenda sambil memegang gelas minuman hangat. Perbincangan mengalir di antara mereka, mulai dari menanyakan kabar keluarga hingga membahas kerusakan rumah.
Tidak hanya para bapak, Pos Hangat ini juga menjadi tempat yang nyaman bagi warga lain, termasuk anak-anak. Di sudut tenda, seorang anak laki-laki terlihat asyik memegang gelas plastik berisi minuman susu cokelat. Senyum ceria terlihat di wajahnya yang bersih, sejenak mengikis rasa cemas dan lelah yang dirasakan. Relawan pun memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dengan memberikan pelukan atau kata-kata penyemangat.
Di bawah spanduk bertuliskan “POS HANGAT” yang dipasang relawan di bagian depan tenda, terlihat jelas bahwa pos ini tidak hanya memberikan minuman hangat secara fisik, tetapi juga kehangatan spiritual dan dukungan emosional bagi warga. Spanduk tersebut memberikan pesan bahwa warga tidak sendirian menghadapi musibah ini dan bantuan akan terus mengalir.
Kehadiran Pos Hangat Dompet Dhuafa di NTT merupakan salah satu upaya konkret dalam membantu pemulihan psikososial warga terdampak gempa. Melalui secangkir minuman hangat dan sapaan ramah relawan, kehangatan pagi yang sederhana ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.






