Suasana Haru Iringi Pelepasan Jenazah Relawan Ahmad Zaki di Manggarai Timur Menuju Jakarta

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Suasana duka menyelimuti Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026) pagi. Puluhan relawan kemanusiaan, petugas SAR gabungan, dan warga setempat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus melepas jenazah pegiat kemanusiaan nasional, Ahmad Zaki, yang gugur saat menjalankan misi distribusi bantuan bencana di Flores.

Sosok Ahmad Zaki dikenal luas sebagai founder Yayasan Gerak Bareng sekaligus mantan insan Dompet Dhuafa yang telah mendedikasikan hidupnya dalam berbagai aksi tanggap darurat bencana di tanah air. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi dunia kerelawanan Indonesia, setelah dirinya dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem dan kolaps saat menyalurkan logistik untuk para penyintas bencana gempa bumi di wilayah Manggarai Timur.

Rangkaian prosesi pelepasan dimulai sejak pagi hari dengan digelarnya salat jenazah berjemaah di lokasi persemayaman terbuka di Dusun Ronting. Ibadah tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru, diikuti oleh jajaran personel Basarnas berseragam oranye, tim medis, perwakilan relawan berbagai lembaga swadaya masyarakat, serta warga lokal yang merasa sangat kehilangan sosok pejuang kemanusiaan tersebut.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini tampak hadir secara langsung di lokasi untuk memimpin dan menyolatkan almarhum Ahmad Zaki. Kehadiran pimpinan lembaga amil zakat dan kemanusiaan tersebut menjadi wujud penghormatan serta apresiasi tertinggi atas rekam jejak, kiprah, dan dedikasi panjang yang telah diukir almarhum selama mengabdi di Dompet Dhuafa hingga mendirikan gerakan sosial mandiri.

Usai disalatkan, peti jenazah almarhum Ahmad Zaki kemudian dimasukkan ke dalam mobil ambulans dengan pengawalan ketat dari tim relawan dan petugas gabungan. Konvoi ambulans melaju perlahan membelah jalur darat pedesaan Dusun Ronting menuju area pendaratan helipad darurat yang telah disiapkan oleh tim SAR bersama warga setempat.

Setibanya di titik penjemputan udara, jenazah dipindahkan dari ambulans untuk selanjutnya dievakuasi menggunakan helikopter milik Basarnas. Penggunaan jalur udara ini diambil guna mempercepat mobilisasi dari medan bencana yang terisolir menuju bandara terdekat di Labuan Bajo sebelum diterbangkan ke rumah duka di Jakarta.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here