Yaman di Ambang Perang Skala Penuh

Tank milisi Houthi di Yaman. Arab Saudi mendukung Prsiden Yaman yang digulingkan (Abdourabuh Mansour Hadi. Konflik bisa bereskalasi menuju skala penuh jika Pakistan dan Turki ikut gabung di pihak Saudi. (foto: DW.com)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 109 – YAMAN berada di ambang perang skala penuh setelah kelompok Houthi mengeklaim, jet-jetĀ  tempur Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan puluhan gelombang serangan udara di lima wilayah garis depan pada Rabu (9/9).

Jubir Militer Houthi, Yahya Saree mengatakan, sedikitnya 54 hingga 70 serangan udara menghantam provinsi Al-Bayda, Saada, Taiz, Marib, dan Al-Jawf.

Serangan ini merupakan pembalasan atas serangan ganda Houthi menggunakan drone dan rudal balistik ke kota Abha, Khamis Mushait, dan Jizan yang melukai 73 warga sipil serta menyasar instalasi energi Aramco.

Eskalasi pertempuran ini mengancam kehancuran total atas kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati pada 2022 lalu, sekaligus menggeser peta konflik Yaman menjadi medan tempur baru di tengah krisis kawasan.

Dikutip dari New York Times, Rabu (9/9), kembali berkobarnya perang darat dipicu oleh upaya Houthi untuk merebut kendali atas kota pelabuhan Mokha di wilayah Taiz barat, yang berjarak kurang dari 50 mil dari Selat Bab al-Mandab di muara selatan Laut Merah.

Langkah ini dilakukan untuk menguasai rute pelayaran internasional, menyusul kelumpuhan navigasi komersial di Selat Hormuz akibat blokade militer Iran dalam konfrontasinya melawan Amerika Serikat.

Kondisi tersebut memaksa Arab Saudi mengalihkan rute ekspor minyak mentahnya ke jalur Laut Merah, sehingga gangguan keamanan dan blokade kapal tanker oleh Houthi di perairan tersebut dipandang Riyadh sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“Serangan udara dalam beberapa hari terakhir merupakan beberapa gelombang serangan paling signifikan sejak gencatan senjata tahun 2022,” kata Analis Politik Yaman yang berbasis di Washington, Mohammed al-Basha.

“Konflik ini dengan cepat bergeser menuju perang skala penuh,” sambungnya.

Di tengah saling klaim serangan udara, Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan, gempuran udara Arab Saudi ke kompleks penjara di Al-Hazm telah merenggut 32 korban jiwa dan melukai tujuh orang lainnya.

Arab Saudi dan sekutunya membentuk koalisi militer untuk melakukan intervensi udara dan darat demi memulihkan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang sah. Presiden yang digulingkan itu sampai hari ini berada dalam ststus suaka politik di Arab Saudi.

Uji soliditas Pakta Saudi, Pakistan dan TurkiĀ 

Sementara itu, eskalasi di Yaman mulai menguji kesiapan Pakta Mekkah yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan pada bulan lalu.

Arab Saudi dan sekutunya membentuk koalisi militer untuk melakukan intervensi udara dan darat demi memulihkan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang sah. Presiden yang digulingkan itu sampai hari ini berada dalam ststus suaka politik di Arab Saudi.

Pemerintah Pakistan menegaskan kesiapannya untuk mengaktifkan klausul pertahanan kolektif apabila serangan Houthi meluas dan mengancam integritas wilayah Kerajaan Arab Saudi secara langsung.

“Jika terjadi agresi tanpa provokasi, atau meluasnya apa pun yang terjadi di Yaman ke Arab Saudi, pasti Perjanjian Mekah akan menjadi resmi,” tegas Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif.

Kami terikat oleh syarat dan ketentuan pakta ini, dan kami akan menghormatinya jika diperlukan,” tambahnya. Ā (The New York Times/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here