
PARIS (KBK)-Setelah penyerangan di kereta api cepat dari dari Brussels menuju Paris Agustus lalu saat ini Perancis memperketat keamanan.
Pengumuman ini dikeluarkan Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve Senin (19/10). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah kejadian itu terulang kembali.
Sebelum kereta berjalan dilakukan pemeriksaan bagasi dan identitas penumpang .
‘Setiap hari jutaan warga Perancis dan warga asing menggunakan sarana transportasi umum. Keamanan merupakan fakktor penting guna memudahkan kehidupan mereka sehari-hari”, ujar Cazeneuve seperti dilansir AFP, Selasa (20/10).
Seperti diketahui , penyerang dalam kereta api bulan Agustus lalu membawa beberapa senjata dan sebenarnya telah diawasi. Tiga warga Amerika dan seorang warga Inggris berhasil menundukkan penyerang itu ketika ia berupaya melepaskan tembakan dalam kereta api dari Brussels menuju ke Paris itu.
Sebenarnya peraturan baru telah dimulai tahun lalu, tetapi penerapannya dipercepat setelah serangan di kereta api beberapa waktu lalu.
Berdasarkan peraturan baru itu, petugas keamanan kereta api yang berpakaian sipil berhak menolak siapa pun yang menolak pemeriksaan bagasi. Polisi bisa memeriksa bagasi kapan pun juga.
Menurut Kementrian Dalam Negeri Perancis, peraturan itu juga mencakup penumpasan penipuan yang telah merugikan jaringan angkutan umum 500 juta euro per tahun.




