
CANBERRA (KBK) – Sekitar 3.549 aplikasi suaka dari Malaysia mendapat izin tinggal di Australia selama tahun buku 2016, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2015 yang hanya 1.401 aplikasi.
Departemen Imigrasi Australia, Kamis (17/11/2016) mengungkapkan, 87 persen dari aplikasi ditolak, dari mereka yang mengajukan banding di Migrasi dan Divisi Administrative Appeals Tribunal, untuk pengungsi, hanya 12 persen yang kabulkan.
Lonjakan aplikasi permintaan suaka dari Malaysia menjadi kejutan pejabat pemerintah Australia, mengingat permintaan suaka dari warga negara lain telah menurun.
Seorang juru bicara untuk Departemen Imigrasi mengatakan, pemerintah sedang menangani lonjakan aplikasi permintaan suaka.
“Departemen telah menerapkan langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menolak aplikasi perlindungan berdasarkan klaim nyata,” kata juru bicara pemerintah kepada News Limited, Kamis.
Malaysia dilaporkan, merupakan satu-satunya negara di Asia tenggara yang mendapat akses ke sistem online Australia untuk memungkinkan warga Malaysia mendapatkan visa turis tiga bulan relatif mudah.
Sementara itu, dikutip dari Xinhua, visa perlindungan hanya tersedia bagi migran yang masuk ke Australia dengan cara hukum dan dapat membuktikan bahwa mereka berada di Australia karena ketakutan dan penganiayaan di tanah air mereka.
Dengan visa perlindungan memberikan hak kepada pemegang untuk hidup secara permanen dan bekerja di Australia.




