Ratusan Penumpang Lion Air Sempat Terperangkap 1,5 Jam, Pilot Dinilai Bersalah

Pesawat Lion Air

PALANGKA RAYA – Ratusan penumpang  Lion Air tujuan Jakarta-Palangka Raya Nomor Penerbangan JT 867 tujuan Jakarta-Palangka Raya pada Rabu (14/12/2016), harus terperangkap dan menunggu di dalam pesawat selama sekira 1,5 jam akibat tergelincirnya ban pesawat yang dinilai sebagia kesalahan dari pilot.

“Jadi ini sebenarnya bukan karena adanya proyek pembangunan di bandara. Jadi krunya yang ini. Pilotnya yang memang melanggar,” kata Kasi Keamanan dan Layanan Darurat Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Huntal Purba di Palangka Raya.

Dia mengatakan akan memberikan surat peringatan kepada pihak Lion Air agar berikutnya kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dari bandara kita pasti akan kita buat surat teguran kepada mereka agar tidak akan mengulangi hal-hal itu lagi. Dan kita akan tembusin kepada manajemen Lion,” katanya.

Dia menerangkan, tergelincirnya ban depan di landasan bandara kebanggaan warga Kalteng ini dimulai ketika pesawat berpenumpang sekira 200 orang itu menuju landasan parkir bandara usai pesawat mendarat.

“Dadi ban depan masuk ke lubang sedalam sekitar 10 centi. Itu yang membuat ban terkunci dan tidak bisa jalan,” katanya, dikutip dari Antara.

Akibat kejadian itu, pesawat yang dijadwalkan akan kembali terbang rute Palanga Raya – Jakarta harus tertunda sekira 1,5 jam dan baru terbang kembali pada sekira pukul 16.30 WIB.

Setelah menunggu dan melalui proses evakuasi panjang, bersamaan dengan berhasilnya pesawat diamankan, ratusan penumpang baru diperbolehkan turun dari pesawat.

Salah satu penumpang pesawat yang juga sebagai pegawai di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Agas menduga kejadian tersebut terjadi karena pilot Lion Air tidak profesional atau diduga nakal saat akan memarkirkan pesawat usai mendarat.

“Awal lending normal. Tapi kesimpulan saya pilotnya nakal. Kenapa. Karena mestinya memutar itu berada di ujung landasan pacu. Tapi ini belum sampai ujung landasan pacu. Kalau level Avia Star dan pesawat kecil itu mungkin tidak masalah. Tapi ini pesawat besar. Jadi ini pilotnya saja yang nakal,” katanya.

Sementara dari pihak Lion Air sendiri belum bisa berkomentar mengenai hal ini.

Advertisement