Lima Anak Panti Asuhan Tunas Bangsa Diserahkan, Mereka Mengaku Disuruh Mengemis

Ilustrasi, Kak Setop kunjungi Yayasan panti asuhan Tunas Bangsa/ Antara

PEKANBARU – Lima anak panti asuhan Tunas Bangsa diserahkan Lili Rachmawati, pemilik Yayasan  melalui suaminya, Idang, setelah mereka disembunyikan.

Kelima anak yang terdiri atas satu laki-laki dan empat perempuan itu dibawa oleh Idang, dan untuk menutupi penyembunyian tersebut Lili mengaku berat menyerahkan anak-anak itu karena sayang terhadap mereka.

“Saya sangat sayang dengan anak-anak itu,” kata Lili kepada penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Selasa (31/1/2017).

Kepada penyidik, Idang menyebut membawa anak-anak itu memakai angkot. Selama ini mereka disembunyikan di rumah Lili dan dirinya di dekat Pasar Bawah, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

Sebelum diperiksa, kelima anak itu dibuat ceria dengan diberi mainan dan diajak bermain bersama oleh polisi wanita. Mereka terlihat gembira menerima permainan dimaksud.

Namun kenyataannya saat diobservasi, kelima anak-anak itu menyampaikan pengakuan menyedihkan. Mereka mengaku tak mendapatkan kehidupan layak di panti asuhan tempat M Ziqli (18 bulan) meninggal dunia.

Kepada penyidik, anak-anak yang berumur di bawah 7 tahun ini mengaku dipaksa Lili mengemis di beberapa lokasi keramaian di Kota Pekanbaru.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto tak menampik hal tersebut. Hanya saja, menurut dia, pengakuan ini masih didalami dan bakal dijadikan untuk melengkapi berkas tersangka Lili.

“Masih didalami, pengakuannya begitu (disuruh menjadi pengemis),” kata mantan Kasat Reskrim Polres Kota Dumai, seperti dilansir liputan6.com.

Namun Idang membantahnya, “Tidak ada kami menyuruh minta-minta sama orang. Semua kami rawat dengan baik,” ucap Idang.

Idang juga menyebut tidak ada anak lain lagi yang disembunyikan istrinya itu. Lima anak disebut merupakan penghuni terakhir dari panti yang dibawanya ke sebuah rumah di Pasar Bawah, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru.

“Yang lainnya sudah dikembalikan ke kerabatnya di Kota Dumai dan Pekanbaru. Cuma tinggal ini, tak ada yang disembunyikan,” kata Idang.

Kini sudah ada 10 anak Yayasan Tunas Bangsa diselamatkan. Sebelumnya, dua anak ditemukan di panti asuhan ketika dilakukan sidak, dan tiga lagi di panti jompo di Jalan Cendrawasih.

Sehingga masih ada dua anak yang masih dicari. Pasalnya, menurut data yang dikumpulkan, ada 12 anak yang menjadi penghuni panti maut, tempat tinggal terakhir M. Ziqli (18 bulan) sebelum dijemput ajal.

Advertisement