Awal Tahun 2017, Malang Alami Bencana Alam Sebanyak 22 Kali

Ilustrasi Longsor

MALANG – Sepanjang awal tahun 2017, Januari hingga Februari 2017 Kabupaten Malang, Jawa Timur sudah mengalami 22 kali bencana alam, dan kini masuk kategori darurat bencana.

Data itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Iriantoro, Jumat (3/2/2017).

“Bencana alam di dominasi tanah longsor. Terdapat 12 kejadian atau titik musibah bencana tanah longsor ini,” terang Iriantono.

Kata dia, selain tanah longsor, bencana terbaru adalah terjangan angin puting beliung dikawasan Tirtoyudo, Malang Selatan juga kejadian pohon tumbang. Mantan Seketaris DPRD Kabupaten Malang itu melanjutkan, jumlah kejadian bencana alam ini meningkat signifikan jika dibandingkan pada bulan Januari tahun 2016 lalu.

“Kalau tahun lalu di bulan Januari hanya ada 4 kejadian. Saat ini sudah 22 kejadian.Karena ini musim pancaroba, dimana cuaca juga sangat susah diprediksi,” bebernya, seperti dilnasir beritajatim.

Ia melanjutkan, terjadinya bencana tanah longsor menjadi atensi BPBD. Sejauh ini, pihaknya akan mempermudah akses informasi. Termasuk melakukan pemetaan dan menyediakan posko informasi terkait kerawanan bencana alam selama 24 jam penuh. Posko siaga bencana ini bertempat di seluruh Koramil se Kabupaten Malang.

“Upaya kami berkoordinasi dengan pihak kodim dan Koramil untuk membuat posko yang ditempati para relawan dari Tagana Dinsos dan juga Tim dari BPBD,” ujarnya.

Beberapa kejadian tanah longsor terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya, di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.  Khusus di Kasembon, terang Iriantoro, BPBD fokus pada penangan jalur penghubung guna mempermudah akses ekonomi. “Proses normalisasi nantinya, kita akan bekerjasama dengan SKPD lain. Seperti Dinas PU Binar Marga untuk perbaikan jalan. Termasuk dengan Pemprov Jatim,” pungkasnya.

Advertisement