SANTIAGO – Hujan badai dan tanah longsor di Chile telah membuat sungai utama di daerah tersebut terkontaminasi sehingga pihak berwenang terpaksa memutus saluran air bagi empat juta orang di ibukota.
Hujan deras yang dimulai pada Sabtu (25/2/2017) telah membuat tanah longsor dan puing-puing berjatuhan ke sungai Maipo yang memasok kebutuhan air minum di sebagian besar rumah di ibukota.
“Kita berbicara tentang 1,45 juta rumah yang akan terkena dampak pemutusan pasokan air, yang ada di 30 kabupaten” ungkap Gubernur Claudio Orrego dalam konferensi pers, seperti dilansir CBN News, Senin (27/2/2017).
Langkah ini membuat banyak orang yang terdampak harus menampung air bersih yang diberikan di keran air darurat yang disediakan oleh pihak berwenang.
“Kami masih tidak tahu kapan air minum akan diaktifkan kembali,” kata Orrego.
“Kami tidak dapat menjamin kembalinya layanan sampai Sungai Maipo teratasi.” tambahnya.
Sementara itu Kementerian dalam negeri telah mengkonfirmasi bahwa bencana longsor juga telah menewaskan empat orang dan enam lainnya hilang, setelah hujan badai menghantam dekat sungai di pedesaan timur dari Santiago.





