Kesenjangan Terstruktur Sejak Indonesia Merdeka

Sabeth Abilawa, Corporate Secretary Dompet Dhuafa dalam pemaparan ketimpangan sosial di Diskusi Publik di Jakarta, 28 Februari 2017. Foto: Jun Aditya

JAKARTA (KBK) – Kesenjangan Ekonomi yang melanda masyarakat Indonesia telah terjadi dan terstruktur sejak negeri ini merdeka, 72 tahun silam.

Menurut Sabeth Abilawa Corporate Secretary Dompet Dhuafa dalam paparannya di acara Rembuk Republik bertema ‘Solusi Atas Masalah Ketimpangan Ekonomi’ kesenjangan mulai terbentuk saat era orde lama atau masa kepemimpinan Soekarno.

“Pada jaman tersebut sistem ekonomi masih mengadopsi cara Belanda, yaitu membagi masrakat ke dalam tiga golongan yakni kulit putih, mata sipit dan pribumi. Dari sini sudah terlihat,” jelas Sabeth di Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Sabeth menambahkan kesenjangan ekonomi juga terus terjadi saar era orde baru. Saat itu presiden Soeharto menggenjot pertumbuhan ekonomi sangat pesat namun diwaktu yang sama memunculkan era konglomerasi yang menguntungkan segelintir pihak.

“Untungnya saat orde baru pemerintah memberikan dan membangun kesehatan, sekolah dan pasar kepada masyarakat sehingga kesenjangan tidak begitu lebar,” tambah Sabeth.

Memasuki tahun 1999 kesenjangan ekonomi di Indonesia justru makin mengkhawatirkan hingga membawa Indonesia masuk kedalam 6 besar terburuk di Dunia. Kendati GNI Rasio per 2016 sebesar 0,394 persen namun dikatakam Sabeth data tersebut merupakan alarm bahaya. Pasalnya dari konflik yang ada di seluruh Dunia sebagian besar didasari bukan karena ras, suku dan agama melainkan karena kesenjangan ekonomi yang lebar.

“Saya berharap kesenjangan dan ketimpangan yang cukup tinggi di Indonesia tidak disulut oleh pihak manapun yang dapat berbuntut konflik,” ucap Sabeth

Advertisement