ANKARA—Pemerintah Turki tidak akan mengeluarkan izin kerja khusus bagi pengungsi Suriah di Turki. Demikian sikap yang disampaikan Menteri Tenaga Kerja Turki, Faruk Celik Jumat (7/8/2015. Menurutnya, sikap ini diambil untuk mengantisipasi lahan kerja yang berkurang bagi warga Turki.
Selama ini, Turki telah menampung 2 juta pengungsi Suriah. Biaya yang dikaluarkan untuk pengungsi pun mencapai lebih dari US$ 5 miliar. Turki mendapat pujian internasional atas respon kemanusiaan ini. Namun, banyaknya di antara pengungsi yang melarikan diri dari tempat yang disediakan menyulitkan pemerintah Turki dalam menyalurkan bantuan.
Sementara itu, Turki sendiri masih menghadapi angka pengangguran yang mencapai hampir 10 persen. Terlebih saat ini Turki juga mengalami perlambatan ekonomi. Turki juga mengeluhkan keengganan Eropa untuk membantu meringankan beban pengungsi.
Saat ini, mereka yang berada di bawah perlindungan sementara dapat bekerja dalam komunitas pengungsi Suriah. Misalnya, mereka bisa menjadi dokter, guru, atau layanan publik lainnya di kamp pengungsian. “Tidak ada rencana untuk memberikan izin kerja (kepada mereka),” ujar Celik kepada Reuter yang dikutip CNA.
“Ini akan menjadi tidak adil untuk mengambil pekerjaan mereka (warga Turki) dan memberikanya untuk pengungsi,” kata Celik. Menurutnya, negara-negara lain harus membantu memecahkan masalah pengungsi jika konflik di Suriah terus berlanjut.




