DEPOK – Pembangunan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) telah mengakibatkan sedikitnya 3.500 rumah di Perumahan Taman Duta mengalami banjir setiap kali hujan turun.
Karenanya warga meminta pemerintah segera merampungkan sodetan dan proyek jalan tersebut.
Koordinator warga Muhammad Hidayat mengatakan semenjak pembangunan Tol Cijago, banjir semakin parah di perumahan sekitar tol tersebut.
Menurutnya janji untuk membangun sodetan yang mengalihkan luapan air dari Situ Pangarengan ke Kali Sugutamu belum dibuat.
“Rumah kami jadi terendam banjir yang semakin parah akibat pembangunan Tol Cijago,” kata Hidayat di lahan proyek Tol Cijago, yang berada di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Selain Perumahan Taman Duta, menurutnya perumahan lain juga mengalami nasib serupa, diantaranya Perumahan Pondok Duta, Bukit Cengkeh 1 dan 2, Kampung Poncol dan lainya yang selalu tergenang banjir ketika hujan tiba.
“Total ada 9.000 rumah warga di tiga perumahan yang menjadi korban banjir akibat pembangunan tol.”
Dengan adanya sodetan yang dijanjikan kontraktor Tol Cijago, air hujan yang turun ke rumah warga akan jauh berkurang. Sebab, air hujan saat ini, tidak tertampung di Situ Pangarengan. Sehingga, kata dia, air hujan meluap ke Kali Laya dari Situ Pangarengan. Padahal, daya tampung Kali Laya tidak cukup dalam menampung air hujan.
Adapun sodetan yang dijanjikan akan mengalirkan air dari Situ Pangarengan menuju Kali Sugutamu, yang merupakan anak Kali Ciliwung. Pemerintah, kata dia, harus cepat membebaskan lahan Tol Cijago agar banjir di permukiman warga bisa berkurang, demikian dikutip dari Tempo, Selasa (14/3/2017).





