JAKARTA – Para nelayan merasa sangat dirugikan akibat adanya proyek reklamasi di Teluk Jakarta yang sedang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Ketua Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) Iwan Carmidi mengatakan jika mata pencaharian nelayan telah dirampas, dan budidaya biota laut hancur ditimbun oleh adanya proyek reklamas.
Menurutnya, adanya proyek tersebut membuat kondisi laut menjadi tercemar limbah. Limbah tersebut berasal dari aliran tujuh belas sungai yang ada di Jakarta, proyek reklamasi mengakibatkan aliran sungai tersebut menjadi tersumbat dan tidak bisa dicerna oleh aliran air laut.
“Sebelum ada reklamasi walaupun ada limbah bisa dicerna oleh laut, sekarang limbah tersebut menimbulkan kerusakan pertumbuhan biota laut di Teluk Jakarta,” imbuh Iwan, Kamis (16/3/2017), dikutip dari Okezone.
Beban nelayan untuk membeli bahan bakar solar pun kini jadi bertambah karena harus mencari ikan lebih jauh. Karenanya menurutnya para melayan akan terus tolak proyek reklamasi Teluk Jakarta, jika pun dalam persidangan putusan kalah, mereka akan ajukan banding.




