KUTACANE—Pengungsi korban longsor dan banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mengharapkan bantuan. Mereka membutuhkan sandang, karena mereka tidak memiliki pakaian ganti sehari-hari.
“Tolong kami pak, baju untuk ganti sehari-hari tidak ada. Rumah kami hanyut diterjang banjir,” kata Risma boru Simarmata (45), pengungsi di Desa Lawe Kesumpat, Kecamatan Lawe Sigala Gala, Aceh Tenggara, seperti dilansir Antara, Jumat (21/4/2017).
Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut, bencana longsor dan banjir bandang, Selasa, (11/4), telah mengakibatkan 183 rumah hanyut, 47 rumah rusak sedang, dan 208 rumah rusak ringan.
Terdapat 460 keluarga atau 1.765 jiwa yang mengungsi karena kehilangan tempat tinggal, namun sebagian besar dari korban kini menumpang di tempat keluarganya. Tercatat juga dua orang korban meninggal dunia.
Risma mengaku, hingga hari ke-10 setelah peristiwa bencana alam menerjang 14 desa di dua kecamatan yakni Semadan dan Lawe Sigala Gala, bantuan sandang masih minim diterima para korban.
Terpantau sebagian kecil dari pengungsi di jalan lintas Kutacane-Medan, atau tepatnya di Lawe Sigala Gala terlihat masih menghilangkan lumpur dari pakaian dengan memanfaatkan air mengalir bekas banjir bandang.
“Bantuan hendaknya berupa pakaian sekolah, alat tulis sekolah, kain sarung, daster, dan baju kaus. Karena rumah kami telah hanyut,” terangnya. Antara





