Gus Sholah: Orang Indonesia Lebih Suka Umroh dari Sedekah

Gus Solah di RST Dompet Dhuafa, Parung, Bogor. Foto:Amirul Hasan

BOGOR—Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Solahudin Wahid menilai, orang Indonesia lebih suka menunaikan ibadah umroh daripada bersedekah atau berzakat. Padahal, kedudukan zakat dalam hukum Islam itu wajib, sementara umroh hanya sunnah.

Penilaian pria yang akrab disapa Gus Sholah ini terkait dengan masih rendahnya pengimpunan zakat di Indonesia jika dibanding dengan potensi yang ada. “Kesadaran bersedekah atau berzakat masyarakat kita masih kurang, coba bandingkan dengan umroh,” katanya di sela-sela kunjungannya ke Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Kamis (20/4/2017).

Cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama ini menguraikan, dalam setahun, ada 60 ribu lebih masyarakat Indonesia yang berangkat umroh. Jika rata-rata jamaah mengeluarkan ongkos Rp 20 juta, maka perputaran uang dari ibadah umroh ini bisa mencapai Rp 12 triliun per tahunnya.

“Sementara zakat kan baru sekitar Rp 5 triliunan. Padahal zakat itu wajib,” katanya.

Gus Sholah menegaskan, jika saja potensi zakat dan sedekah yang sangat besar itu bisa dioptimalkan, akan bisa menyelesaikan ketimpangan dan kesenjangan di tengah masyarakat. Ia mencontohkan program-program yang digulirkan Dompet Dhuafa seperti rumah sakit, sekolah, pemberdayaan ekonomi dan lainnya. “Ini patut dicontoh dan dikembangkan di berbagai daerah lainnya,” tukasnya.

Advertisement