Ini Empat Pilar Pengembangan Wisata Halal Indonesia

JAKARTA (KBK) – Jumlah wisatawan muslim dunia yang akan meningkat di angka 170 juta pada 2020 membuat Indonesia dirasa perlu mengembangkan wisata halal.

Hal tersebut dikatakan Riyanto Sofyan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal dalam acara Rembuk Republik yang mengusung tema ‘Memaksimalkan Industri Wisata Halal Indonesia,

Untuk menggaet pangsa pasar tersebut Riyanto menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 4 pilar pengembangan wisata halal. Pilar pertama yakni terkait kebijakan dan regulasi. Berbicara kedua hal tersebut tentu sangat berkaitan dengam pemerintah pusat dan daerah.

“Mengapa Lombok NTB bisa berhasil kembangkan wisata muslim itu karena Gubernurnya komitmen. Kami ingim dorong itu ke daerah lainnya. Selama ini Indonesia besar tetapi masih dilirik sebagai pasar bukan tujuan,” ujar Riyanto di Jakarta, Kamis (4/5).

Pilar kedua berbicara pemasaran. Dalam paparannya Riyanto mengatakan bahwa destinasi wisata harus melihat kebutuhan pasar. Seperti kawasan wisata alam di NTB yang cocok untuk wisman Timteng, adventure-nya yang sesuai dengan wisman muslim Eropa dan kebudayaan Aceh yang sangat sesuai dikembangkan untuk menggaet wisatwan negara tetangga.

“Kalau Aceh kulturnya yang kami angkat. Semua harus ada pembedanya. Sedangkan Sumbar yang kami angkat adalah kulinernya,” ujarnya.

Sementara itu pilar ketiga dan keempat terkait dengan pengembangan aneka atraksi dan akses transportasi. Hal itu bertujuan supaya wisatawan merasa nyaman dan sesuai dengan tujuan wisata halal.

“Peningkatan kapasitas untuk jaminan kontrol supaya wisman bisa kembali lagi. Kita harus cocokan atraksi yang sesuai dengan wisata halal,” tambahnya

Adapun tantangannya yang mesti di hadapi Indonesia dirasa Riyanto juga masih besar terutama menyangkut kesadaran, pemahaman dan kompetensi terhadap konsep wisata halal yang harus di tingkatkan.

“Tantangnya ini semuanya berbicara sertifikasi produk yang masih alami banyak kendala,” tutup Riyanto

Advertisement