PORT-AU-PRINCE – Setelah dua dekade tanpa tentara, Haiti mengumumkan rencana untuk membangun kembali militernya guna menangani bencana dan penyelundupan.
Menanggapi rencana itu, sebagian warga masih khawatir bahwa pasukan tersebut dapat kembali berbuat salah, dan menjadi alat penindas bagi penguasa.
Negara termiskin di Amerika itu telah mengumumkan perekrutan awal terhadap 500 pria dan wanita berusia 18-25 tahun, mereka akan menggantikan peran pasukan perdamaian PBB yang dikenal dengan helm biru yang telah bertugas 13 tahun menjaga keamanan di Haiti.
Dilansir ArabNews, Misi Stabilisasi PBB di Haiti (MINUSTAH) diluncurkan pada tahun 2004 untuk menghentikan kekerasan menyusul kematian Presiden Jean-Bertrand Aristide yang tiba-tiba.





