Korut Makin Nekat, Luncurkan Rudal di Atas Jepang

KOREA UTARA bergeming atas seruan internasional, bahkan untuk pertama kalinya, secara provokatif , Selasa lalu (29/8) meluncurkan lagi rudal balistik Hwasong-12 yang melintas di atas wilayah Hokkaido, Jepang utara.

Berdasarkan pengamatan militer seterunya, Korea Selatan, rudal balistik yang diluncurkan dari sekitar wilayah ibukota Pyongyang, Korut Selasa (29/8) pagi waktu setempat melintas di ketinggian 550 Km dan menjangkau 2.700 Km.

Korut semakin gencar meluncurkan rudal yakni tercatat 14 kali sepanjang 2017 di tengah kecaman PBB dan dunia internasional, bahkan beberapa waktu lalu mengancam akan menyasar pangkalan AS di Pulau Guam.

Walau belum teruji dalam perang sesungguhnya (combat proven) , rudal-rudal balistik antarbenua (Inter Continental Balistic Missile -ICBM) yang diluncurkan Korut  (28/7) cukup membuat cemas AS.

Misalnya Hwasong-14, rudal kedua yang diujicoba pada Juli lalu mencapai jarak    732 Km sebelum tercebur di Laut Jepang, sehingga jika disetel di ketinggian normal, mampu menjangkau Los Angeles, Chicago dan Denver di AS.

Pada ujicoba sebelumnya (4/7), Hwasong-14 melesat selama 39 menit sejauh 933 Km di ketinggian 2.802 Km. Jika melayang pada ketinggian standar (di bawah 1.000 Km), kemungkinan rudal juga bisa menjangkau 8.000 Km atau mencapai sebagian daratan AS.

Aksi provokatif Korut agaknya dilakukan sebagai respons atas latihan bersama yang tengah digelar AS dan Korsel di Semenanjung Korea termasuk menguji coba pesawat-pesawat tempur mereka menjatuhkan bom.

Korut selama ini berkilah, pengembangan rudal balistik dan senjata nuklir penting bagi negerinya untuk mempertahankan diri dari ancaman musuh-musuhnya.Di Jepang sendiri, Selasa pagi waktu setempat (29/8) jutaan warga Hokkaido diliputi kepanikan atas pesan singkat kesiagaan (J-alert) di ponsel dan dan raungan sirene yang mengingatkan agar mereka berlindung .

Peringatan-peringatan adanya potensi ancaman rudal juga disampaikan pada para calon penumpang di stasiun Sapporo, kota terbesar di Pulau Hokkaido melalui  monitor TV layar lebar yang dipasang di tempat-tempat strategis.

 

Kim Jong Un, puas

Sebaliknya, Pemimpin Korut Kim Jong Un seperti dikutip dari foto yang disiarkan kantor berita Korut KCNA, tampak mengumbar senyum di kitari para jenderalnya, menyatakan puas atas hasil ujicoba rudl kali ini.

DK PBB juga bergerak cepat dengan langsung menggelar sidang luar biasa, Selasa malam (30/12), dengan menyepakati suara aklamasi seluruh 15 anggotanya untuk mengenakan sanksi lebih keras pada Korut dan menilai negara itu melanggar keputusan DK PBB dan hukum internasional.

Juli lalu DK PBB juga sudah mengenakan sanksi larangan bagi Korut untuk mengekspor komoditas batubara, besi,biji besi timah dan biji timah serta hasil laut dari negara itu bernilai sekitar satu milyar dollar AS.

PM Jepang Shinzo Abe dalam pernyataannya menganggap, aksi gegabah Korut kali ini yang belum pernah dilakukan sebelumnya sangat serius dan merupakan ancaman terhadap  bangsanya.

Abe juga langsung berkoordinasi dengan mitranya, Presiden AS Donald Trump dan mengaku memperoleh jaminan penuh AS terhadap negaranya dan mereka sepakat menekan Korut.

Pemerintah Korsel tengah merembug pertahanan strategis dengan pemerintah AS. Sejauh ini AS selain menempatkan puluhan ribu pasukannya, juga menggelar sistem terminal pertahanan anti rudal di ketingggian (THAAD) untuk memayungi negeri itu dari serangan rudal Korut.

Entah sampai kapan saling gertak akan berlangsung dan bagaimana “ending”-nya.

(AFP/AP/Reuters/NS)

 

 

 

 

 

 

Advertisement