Terdorong Magma, Kawah Gunung Agung Retak

Gunung Agung/ BNPB via Kompas.com

BALI –  Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika mengatakan kondisi permukaan kawah Gunung Agung kini sudah mengalami retak yang diperkirakan sepanjang  100 meter, akibat dorongan magma.

Dengan demikian permukaan kawah Gunung Agung yang mengalami keretakan itu otomatis berubah dan sekarang bisa mengamati solfara dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, Karangasem.

Dilansir Antara, keretakan kawah gunung tersebut diketahui setelah sebelumnya dilakukan pemantauan udara yang dilakukan PVMBG bersama Badan Nasionan Penanggulangan Bencana (BNPB), Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas sumatri dan Dandim 1623 Karangasem, Letkol INF Fierman Sjafrial Agustus.

Dari pengamatan visual PVMBG, menurut Gede Suantika ketinggian gas solfatara itu mencapai sekitar 50 meter. Munculnya solfatara akibat kawah yang retak disebabkan karena dorongan panas dari magma gunung yang selama ini keberadaannya disucikan umat Hindu Pulau Dewata.

 

Aktivitas yang meningkat terus membuat warga mengungsi bahkan warga yang ikut diluar radius yang telah ditentukan pun ikut mengungsi seiring dengan meningkatnya status Gunung Agung.

Advertisement