41 Warga Jabar Tewas Akibat Bencana Pergerakan Tanah

Ilustrasi pergerakan tanah/ Antara

BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat bencana pergerakan tanah sepanjang tahun 2017 dari Januari sampai dengan bulan Oktober telah terjadi 845 kejadian.

154 diantaranya terjadi di Jawa Barat dan menelan korban jiwa sebanyak 41 orang di Jawa Barat.‎ Sebelumnya, dalam kurun waktu 2005 -2016 tercatat sekitar 1887 kejadian gerakan tanah yang tersebar di seluruh wilayah indonesia mengakibatkan korban jiwa mencapai 3224 orang.

Menurut Plt Kepala Badan Geologi, Rida Mulyana, Jabar memiliki karakteristik tanah yang gembur. Pihaknya pun telah melakukan antisipasi dengan menyampaikan laporan bulanan tentang antisipasi pergerakan tanah di Jabar kepada seluruh stakeholder terkait.

Rida menyebut hal tersebut sebagai upaya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam satu  tugas pokoknya memiliki tujuan mengurangi jatuhnya korban jiwa, harta benda serta dampak sosioekonomi akibat gerakan tanah.

“Kami pun menerbitkan peta Potensi rutin tiap bulan dan disampaikan kepada Kepala BNPB, serta Gubernur seluruh indonesia, Peta ini dibuat berdasarkan prakiraan curah hujan dari BMKG dan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah. Peta ini juga disampaikan kepada masyarakan melalui situs PVMBG sehingga lebih siap dalam menghadapi bencana gerakan tanah,”katanya di Bandung, Rabu (11/10/2017), dilansir PR.

Advertisement