Ilustrasi Enam anak tewas akibat serangan di ghouta/ AFP
SURIAH – Sedikitnya 20 warga sipil terbunuh pada hari Minggu (3/12/2017) dalam serangan rezim Suriah di Ghouta Timur, sebuah wilayah pinggiran kota Damaskus.
Sebuah organisasi pertahanan sipil White Helmet, mengatakan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan daerah yang dikuasai oposisi Arbin, Beit Sava, Misraba, dan Hammuriya, sebagaimana dilansir Anadolu.
Secara resmi dikenal sebagai Syria Civil Defense, White Helmets adalah sebuah organisasi sukarelawan yang beroperasi di bagian-bagian yang dilanda oposisi dari negara yang dilanda perang tersebut. Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang didukung oleh Turki, Rusia dan Iran, di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.
Meskipun demikian, pasukan rezim telah mempertahankan serangan mereka ke distrik tersebut, menyebabkan puluhan warga sipil tewas atau terluka.
Menurut sumber pertahanan sipil setempat, setidaknya 160 warga sipil telah terbunuh oleh pasukan rezim di daerah tersebut pada periode 14 November sampai 3 Desember.
Suriah baru saja mulai muncul dari perang sipil yang menghancurkan yang dimulai pada awal tahun 2011 ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.
Sejak saat itu, ratusan ribu orang terbunuh dalam pertempuran tersebut dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, menurut PBB.