Respon Gizi Buruk dan Campak di Asmat, DD Kolaborasi dengan IDI

JAKARTA – Dompet Dhuafa dan IDI kembali bekerjasama menangani masalah kemanusiaan terkait penanganan masalah gizi buruk dan campak di Asmat, Papua.

Hal itu dikatakan dr. Rosita Rivai, GM Kesehatan Dompet Dhuafa kepada KBK, Jumat (19/1/2018).

Dikatakan dr. Rosita -yang akrab dipanggil dr.Ochi ini, DD dan IDI akan bekerjasama dalam mengirimkan tenaga medis dan membangun shelter yang didalamnya ada program layanan kesehatan dan pojok nutrisi untuk warg Asmat.

Selain itu, DD dan IDI akan membuat program Layanan Kesehatan dan Pojok Nutrisi Keluarga, yang di dalamnya ada kegiatan penanganan dan pencegahan kasus gizi buruk utk anak dan pendampingan keluarga.

“DD Fokus pada kegiatan non medis dan relief, sedangkan IDI akan fokus pada : supporting, networking, medis,” terang dr Ochi.

Sementara itu, Dr Adib (Sekjen IDI) mengatakan, program yang dijalankan oleh DD-IDI harus bersifat kontiniu dan sustain. Bukan hanya program jangka pendek untuk merespon isu yang terkait, tetapi harus program yang bisa memberi solusi pada permasalahan kesehatan masyarakat lokal, sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Disampaikan dr. Ochi, saat ini tim LKC Dompet Dhuafa Papua telah sampai di Agats Asmat untuk melakukan Assessment Awal. Tim dr. Fitri dan dr. Rahma dan Pak Tumijan adalah Tim Assessment Awal untuk Program Kemanusiaan Asmat merupakan kolaborasi IDI dan Dompet Dhuafa.

“Tugas tim ini adalah melakukan Rapid Health Assessment yang akan menjadi rekomendasi untuk penentuan program Prioritas DD dan IDI di Asmat nantinya,” terangnya.

Tim awal ini juga akan membangun jaringan dengan para tim kesehatan dan stakeholder terkait di lapangan untuk menyiapkan program ataupun kegiatan yang akan dilakukan tim selanjutnya.

Advertisement