MASYARAKAT harus tetap mewaspadai ancaman bencana banjir dan tanah longsor, mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga Maret 2018.
Posisi garis edar matahari yang tepat di atas Pulau Jawa, menurut Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ramlan di Jakarta, Jumat (9/3), berpotensi menyebabkan turunnya hujan lebat di sejumlah wilayah.
Fenomena tersebut, ujarnya, membuat udara lebih panas di siang hari, karena tingginya panguapan, ditambah lagi dengan terjadinya aliran udara basah di Samudra Hindia yang pada gilirannya akan memicu peluang hujan pada sore dan malam hari.
Selain dekatnya garis edar matahari, menurut Ramlan, potensi hujan juga disebabkan oleh pemunculan Madden Julian Oscillation (MJO) yakni pergerakan aliran massa udara ke garis katulistiwa dengan periode basah dan kering bergantian.
Saat ini aliran udara basah yang memasuki wilayah Indonesia berada di atas Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Sumatera.
Sedangkan peneliti cuaca dan iklim BMKG lainnya, Siswanto menilai, saat ini tergentukMAS jalur angina konvergenasi antartropis (Intertropical Converfency Zone – ITCZ) yang membentang dari atas P. Jawa dan Laut jawa hingga P. Banda.
Menurut dia, angin monsun Asia yang bertemu dengan aliran massa udara dari Samudra Hindia di barat Sumatra dan selatan Jawa masih dominan sebagai sumber massa uap basah di atas Jawa.
Sebelumnya Ka. BMKG Dwikorita Karnawati (6/3) mengemukakan, hampir seluruh wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, NTT, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua Barat dan Papua memasuki puncak musim hujan.
Puncak musim hujan, sehinga akan turun hujan ekstrem juga masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah bagian utara dan sejumlah wilayah di perairan di sebelah barat Sulawesi serta Jawa Timur di bagian timur dan utara.
“Peluang cuaca ekstrem pada rentang waktu tiga pekan ke depan (sampai sekitar akhir Maret-red), “ kata Dwikorita.
Hujan disertai angin kencang dengan kecepatan di atas 20 knot juga berpeluang terjadi di wilayah lain seperti di Laut Natuna, Riau, Kepulauan Riau, Laut Jawa, Laut Banda, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, NTB dan Laut Arafuru.
Potensi angin kencang di wilayah tersebut berdampak pada gelombang laut setinggi 2,5 meter sampai enam meter.
Sebelum bencana menyambangi, kesiapsiagaan perlu terus dijaga.
(Kompas/NS)





