Serangan Bajak Laut di Pantai Suriname, 12 Nelayan Hilang

Ilustrasi/ Antara

SURINAME – Sebanyak 12 nelayan dari Guyana hilang, dan dikhawatirkan tewas, setelah serangan bajak laut di lepas pantai tetangga Suriname pekan lalu dan presiden Guyana menyebutnya sebagai pembantaian.

Otoritas Suriname mengatakan jnazah tiga nelayan telah ditemukan, sementara empat melarikan diri dan berenang ke pantai, sementara pihak berwenang dari kedua negara terus mencari korban yang hilang.

Laporan-laporan media, mengutip orang-orang yang selamat, mengatakan bahwa para nelayan dipaksa melompat ke laut, beberapa dengan beban diikat ke kaki mereka.

Pembajakan telah lama tersebar luas di perairan negara-negara kecil Suriname dan Guyana, serta tetangga Venezuela.

“Kami telah sangat berhasil selama tiga tahun terakhir dalam membatasi pembajakan. Ini datang sebagai kemunduran, ”kata Presiden Guyana David Granger, Kamis (3/5/2018).

Rekannya di Suriname, Presiden Desi Bouterse, belum berbicara secara terbuka tentang masalah ini, dan memicu kritik kurangnya tanggapan dari pemerintah.

Jerry Slijngard, yang mengkoordinasikan pusat penanganan bencana Suriname, mengatakan bahwa keluarga korban akan didukung oleh pemerintah.

“Pertukaran informasi, patroli oleh polisi maritim dan penyebaran teknologi akan berkontribusi untuk mengurangi bentuk kejahatan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu laporan terbaru ada perahu lain diserang di Suriname pada hari Rabu (2/5/2018), menurut asosiasi nelayan, yang mengatakan kapten ditembak mati tetapi kru lainnya selamat.

Advertisement