
JAKARTA – Asrof, salah satu pengurus Yayasan Rumpun Anak Pesisir (YRAP) di kawasan Muara Angke, Pengasinan, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengisahkan anak-anak di Yayasannya sangat bersemangat mengenyam pendidikan.
Semangat anak-anak tersebut juga menjadi salah satu faktor yang membuat YRAP masih berdiri hingga kini.
“Hal-hal kecil tak terduga yang membuat kami tetap pada jalur ini. Pernah sekitar pukul 6 pagi, beberapa anak mendatangi YRAP untuk aktivitas sekolah. Padahal hari itu kami tidak ada jadwal belajar. Di situ kami melihat, sebenarnya mereka bukan tidak ingin sekolah, tapi ingin sekali,” ungkap Asrof.
Ia juga mendapat beberapa cerita dari beberapa orang tua murid, bahwa anak-anaknya sepulang sekolah sering membahas kegiatan di sekolah dengan riang. “Bahkan katanya ada yang terbawa mimpi pelajarannya, hehe,” canda Asrof.
Sejak awal 2018, YRAP telah bergabung dalam salah satu program Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa.
Asrof mengaku telah melewati perjuangan panjang bagi YRAP dan rumah pintarnya untuk berdiri dan menebar manfaat melalui bidang pendidikan untuk generasi penerus kala itu hingga saat ini.
YRAP kini menampung ribuan anak di kampung Nelayan, kawasan Muara Angke, Pengasinan, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang putus sekolah dan kehilangan sebagian hak bermainnya sebagai anak.
Rumah Pintar YRAP kini membina anak-anak di pesisir Muara Angke melalui empat pilar, yaitu Rumpun Pendidikan, Muda Kreatif, Sosial, juga Perlindungan Anak dan Perempuan.




