KUNJIR – Tim evakuasi dengan alat berat sudah mulai bekerja di Desa Kunjir, relawan membersihkan jalan dan puing-puing dari rumah yang rubuh.
Logistik juga terlihat sudah memadai, ada penumpukan bantuan di Posko Utama Desa Kunjir. “Yang kurang kita adalah bantuan medis dan psikologi. Masyarakat saya masih trauma,” ungkap Yunizar, 46, Ketua RT04.
Yunizar juga menceritakan di RT-nya jarak pelayanan medis terdekat sekitar 2 km. Sementara penduduk di RT04 ini ada 43 KK. Kebanyakan luka-luka di saat menyelamatkan diri ketika tsunami 22 Desember 2018 terjadi.
Ia juga menjelaskan, Desa Kunjir termasuk kawasan yang paling parah dan porak poranda di terjang tsunami Selat Sunda yang melanda kawasan Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
“Warga saya 7 orang wafat dan 22 rumah rusak berat dan ringan. Mushalla 1 posyandu 1, balai desa,” jelas Yunizar.
Menjawab harapan masyarkat Kunjir, Dompet Dhuafa membuka Layanan Medis di Desa Kunjir per Kamis, 27 Desember 2018. ” Insya Allah nanti kita usulkan untuk layanan psikososial agar masyarakat tak trauma lagi, ” ungkap dr. Haswan, Koordinator pelyanan medis Dompet Dhuafa untuk respon Lampung Selatan.
Kehadiran Pos Medis Dompet Dhuafa disambut gembira oleh Yunizar dan warganya, kini masyarakat Kunjir tidak khawatir lagi





