Terdampak Banjir, Sebagian Warga Kebumen yang Menolak Mengungsi Mulai Terserang Penyakit Kulit

Ilustrasi

KEBUMEN – Sejumlah warga korban banjir di Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Jawa Tengah mulai terserang gatal-gatal akibat kulit tubuhnya kerap terendam banjir yang kotor.

“Untuk warga (korban banjir) sudah mulai minta salep. Kemudian, mereka yang tinggal di daerah yang mulai kering juga (minta),” kata Kapolres Kebumen Banjir Kebumen, AKBP Robert Pardede.

Dia mengatakan, kebanyakan warga terserang gatal-gatal adalah yang menolak mengungsi. Mereka bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta benda. Apalagi, bangunan rumah mereka juga telah ditinggikan sehingga banjir hanya merendam ruas jalan.

Robert menambahkan meski dalam rumah tidak terkena banjir tapi mereka kerap berada di depan rumah dan kakinya terkena air.

“Selain itu, di belakang rumahnya itu digunakan untuk kandang hewan, sehingga airnya jadi satu (kotor),” tuturnya, dilansir Sindonews, Sabtu (19/1/2019).

Menurutnya, sebagian warga yang menolak mengungsi antara lain dari Desa Sidobunder, Desa Sidodadi, dan Madurejo. Sisanya tetap mau pindah ke tempat aman. Meski demikian, warga yang memilih bertahan di rumah tetap mendapat perhatian relawan gabungan dengan dikirimi logisitik berupa makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Advertisement