WASHINGTON – Lebih dari 300 jet penumpang Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9 telah dikeluarkan dari layanan di seluruh dunia setelah dua kecelakaan fatal selama lima bulan terakhir di Ethiopia dan Indonesia menewaskan hampir 350 orang.
Penyelidik yang ingin mengungkap penyebabnya harus menjawab salah satu pertanyaan terbesar: Apakah perangkat lunak pesawat yang harus disalahkan?
Anggota parlemen A.S. mengatakan pesawat-pesawat Boeing 737 itu dapat di-ground selama berminggu-minggu untuk meningkatkan dan menginstal perangkat lunak di setiap pesawat. Di negara-negara lain akan menghabiskan waktu lebih lama lagi.
Seperti diberitakan Reuters, Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS berencana mengaudit sertifikasi jet FAA, kata seorang pejabat di kantor tersebut pada hari Selasa (19/3/2019). Kantor tersebut dapat merekomendasikan perubahan atau peningkatan cara kerja FAA.
Boeing segera merilis perangkat lunak yang telah ditingkatkan untuk 737 MAX-nya dalam seminggu hingga 10 hari.





