Langgar Perjanjian Nuklir, Iran akan Perluas Penelitian dan Pengembangan Nuklir Mulai Besok

Iranian President Hassan Rouhani speaks with media in a joint press conference with his Austrian counterpart Heinz Fischer after their meeting at the Saadabad Palace in Tehran, Iran, Tuesday, Sept. 8, 2015. Iran's president said on Tuesday that his country is ready to hold talks with the United States and Saudi Arabia on ways to resolve Syria's civil war, providing such negotiations can secure peace and democracy in conflict-torn Syria. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

TEHERAN – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya akan memperluas penelitian dan pengembangan nuklir pada Jumat (6/9/2019) tanpa memperhatikan pembatasan yang dikenakan pada negara itu dalam perjanjian nuklir 2015.

Rouhani membuat pengumuman itu dalam konferensi pers pada Rabu malam, setelah pertemuan tiga pihak dengan Kepala Peradilan Iran Seyyed Ebrahim Raisi dan Ketua Parlemen Ali Larijani.

Sejak Mei, Iran telah menangguhkan beberapa komitmennya di bawah perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif (JCPOA), yang diraih antara Teheran dan kekuatan dunia pada tahun 2015.

Menurut Rouhani, langkah ketiga akan diambil besok setelah pembicaraan antara Iran dan kelompok negara P4 + 1 tidak menghasilkan “hasil yang diinginkan.”

“Kami mengambil langkah pertama dalam mengurangi komitmen kami, dan memberi P4 +1 tenggat waktu dua bulan. Kemudian kami melanjutkan dengan fase kedua, memberi mereka tenggat waktu dua bulan lagi. Dalam periode empat bulan, kami mengadakan negosiasi dengan P4 +1, termasuk Uni Eropa dan tiga negara Eropa khususnya, “kata Rouhani, dilansir Press TV.

Advertisement