Akses Sulit, Korban Banjir Riau Terancam Krisis Pangan

Ilustrasi Posko Pengungsian Banjir/ Foto: Tempo.co.id

KAMPAR- Korban banjir di Riau diprediksi terancam krisis pangan selama tiga bulan kedepan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Santoso mengatakan terdapat empat desa di Kecamatan Kampar Kiri hilir yaitu Lubuk Bigau, Tanjung Permai, Pangkalan  Kuras dan Kebun Tinggi yang diprediksi krisis pangan.

“Jalan menuju empat desa itu sulit ditempuh. Masyarakat setempat yang didominasi oleh petani karet sulit untuk menjual hasil panennya. Sekitar 3.000 penduduk menghuni 4 desa itu,” katanya kepada Kabar24.com, Riau, Senin (15/2/2016).

Kondisi saat ini logistik untuk korban banjir mulai meinipis. Pemerintah masih berupaya agar penyaluran bantuan berjalan dengan lancar.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta bupati setempat harus tanggap menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Khofifah menginstruksikan agar bupati menyalurkan 100 ton cadangan beras agar tidak terjadi krisis pangan.

“Jika 100 ton tidak mencukupi, bupati bisa mengajukan ke gubernur untuk penyaluran 200 ton beras cadangan. Jika membutuhkan di atas 200 ton, bupati bisa mengajukan ke Kementerian Sosial,” ujar Khofifa saat meninjau banjor di Desa Kualu, Kampar, akhir pekan lalu.

Kampar telah menerima bantuan 9 ton beras dan bahan makanan yang disalurkan di setiap posko. Kementerian Sosial memberi bantuan korban banjir berupa satu unit mobil dapur lapangan, satu unit sepeda motor trail, seribu paket pakaian baru.

Pemprov Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir untuk meminta bantuan pemerintah pusat, mengingat bantuan logistik untuk korban banjir mulai menipis. (mir)

Advertisement