PURBALINGGA – Azura si kecil pejuang sunyi dari Karangmoncol, Purbalingga, sejak lahir harus menerima nasib mengalami gangguan pendengaran.
Dengan frekuensi 150 disabel, Azura tidak bisa merespon suara sama sekali. Sang Ibu, Siti misthorun yang merupakan seorang janda dan bekerja sebagai buruh pencabut benang dengan penghasilan Rp150 ribu per minggu, sempat khawatir jika anaknya tidak dapat tumbuh seperti anak lainnya, dengan keterbatasan yang ia punya.
Namun kini kekhawatiran sang Ibu dapat terobati dengan adanya bantuan Alat Bantu Dengar atau ADB, yang diberikan Dompet Dhuafa, kini dunia Azura tak lagi sunyi, dan dapat terus belajar mendengar dan bicara.
Dikutip dari instagram dompet dhuafa, kini ia bisa berbaur dengan teman sebayanya dan duduk di kelas 2 sekolah luar biasa Purbalingga, dengan jarak tempuh 30 km. Menuju sekolah, Azura biasa diantar ibu naik angkot atau sesekali numpang dengan mobil temannya.
Dengan bersekolah, Azura pun memiliki impian menggapai cita-citanya yang ingin menjadi seorang guru.





