Surabaya-Jumlah kekerasan terhadap anak di Kota Surabaya, Jawa Timur, meningkat tahun ini.
Tercatat, hingga November 2016, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menangani 66 kasus. Padahal, tahun 2015 lalu hanya ada 15 kasus.
“Belum genap setahun, jumlahnya sudah melebihi tahun lalu,” kata Kanit PPA AKP Ruthyeni, di Kota Surabaya, Selasa (22/11/2016) diberitakan MTNC.
Menurut Ruth, dari beberapa temuan penyidik, 99 persen kekerasan terhadap anak adalah kejahatan seksual. Banyak faktor yang memengaruhi itu. “Selain pengawasan orang tua yang kurang, anak yang mudah bergaul juga gampang diambil hatinya.”
Kekerasan seksual ini banyak terjadi pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Sebab, anak-anak keluarga miskin kurang memiliki fasilitas bermain yang layak.
“Di Surabaya banyak perkampungan padat. Masyarakat menengah ke bawah terkadang hanya tinggal di rumah satu petak,” kata dia.
Akibatnya, secara psikologis anak merasa jenuh dan berusaha mencari permainan di luar. Nah, ketika bermain di luar itu orang tua kurang memberikan pengawasan.
“Dari kasus yang kami tangani, 90 persen terjadi pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah,” kata Ruth.





