AS akan Serang Venezuela?

Gugus tugas AL AS dipimpin kapal induk USS Gerald Ford bersiaga di Laut KAaibia, memicu spekulasi akan menyerang negara di AMerika Latin itu (ilustrasi: dok. ist)

ENAM maskapai int’nal menghentikan sementara penerbangan ke Venezuela, Sabtu (22/11) waktu setempat, setelah otoritas penerbangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan terkait situasi keamanan dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan itu.

Presiden Asosiasi Maskapai Venezuela (ALAV), Marisela de Loaiza seperti dilansir AFP (Minggu 23/11) mengatakan, maskapai yang menangguhkan penerbangan adalah Iberia dari Spanyol, TAP Portugal, LATAM dari Chile, Avianca dari Kolombia, GOL dari Brasil, serta Caribbean Airlines dari Trinidad dan Tobago.

“Enam maskapai membatalkan penerbangannya ke Venezuela pada Sabtu,” kata Marisela de Loaiza tanpa menjelaskan sampai kapan penangguhan tersebut akan berlangsung. Sementara itu, beberapa maskapai lain masih beroperasi, di antaranya Copa Airlines dari Panama, Air Europa dan PlusUltra dari Spanyol, Turkish Airlines, serta maskapai Venezuela LASER.

Peringatan FAA dan aktivitas militer AS Lihat Foto Tangkapan layar dari video yang diunggah Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social menunjukkan, serangan militer AS terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba melalui Laut Karibia, 15 September 2025.

Peringatan tersebut muncul setelah Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS, Jumat (21/11) meminta seluruh pesawat sipil yang melintas di wilayah udara Venezuela untuk “berhati-hati” atas “situasi keamanan yang memburuk dan meningkatnya aktivitas militer di dalam atau sekitar Venezuela.”

“Ancaman dapat menimbulkan potensi risiko bagi pesawat di semua ketinggian, termasuk saat terbang lintas, fase kedatangan dan keberangkatan, serta di bandara atau ketika pesawat berada di darat,” tulis FAA.

Ketegangan semakin meningkat setelah Washington mengirimkan satu gugus kapal induk, sejumlah kapal perang Angkatan Laut AS, serta pesawat siluman ke kawasan Karibia. Pemerintah AS sendiri menyebut langkah itu untuk memberantas perdagangan narkoba, namun sebalikanya, rezim Caracas menilai langkah tersebut dapat menjadi dalih untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Kekhawatiran memanasnya konflik Pemerintah AS juga akan menerapkan penetapan terorisme terhadap sebuah kartel narkoba yang disebut dipimpin oleh Maduro mulai Senin – sebuah kebijakan yang oleh sejumlah analis dinilai dapat membuka jalan bagi tindakan militer.

Sejak awal September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 20 kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan lebih dari 80 orang.

Namun hingga kini, Washington belum mempublikasikan bukti jelas bahwa kapal-kapal tersebut terkait aktivitas penyelundupan atau membahayakan keamanan negara. Perang antara Venezuela dan negara adidya AS, sangat tidak seimbang , secara militer bagai langit dan bumi. (AFP/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here