
WASHINGTON – Utusan PBB dari AS Nikki Haley mengecam Iran menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB, dan mengkritik Tehran menjelang sesi laporan terbaru Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang penerapan sanksi terhadap Iran yang dimandatkan oleh Resolusi Dewan Keamanan 2231.
“Laporan ini memaparkan bukti terkuat hingga saat ini bahwa rejim Iran terus mengirim senjata ke Timur Tengah dan secara terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan,” kata Haley.
“Dari Houthis ke Hizbulah, ke Hamas dan Assad, rezim Iran telah memiliki kebiasaan mencurahkan sumber daya yang cukup, jauh dari kebutuhan domestiknya, untuk mendukung terorisme dan mendestabilisasi kawasan.”
Haley mengatakan, sebagaimana dilansir Anadolu, AS tidak akan mengizinkan pelanggaran dan tindakan destruktif Iran untuk tidak dicentang, mendesak anggota Dewan Keamanan “untuk melakukan hal yang sama”.
“Bukti dalam laporan terbaru ini menunjukkan kepada kita semua terlalu jelas konsekuensi dari kelambanan dalam menghadapi pembangkangan Iran,” katanya.
Komentar Haley muncul setelah parlemen Iran mengadakan sesi tertutup pada hari Selasa untuk membahas situasi ekonomi negara itu di tengah harapan putaran baru sanksi AS terhadap Teheran.
Iran terus menghadapi sejumlah tantangan ekonomi yang serius, termasuk tingkat pengangguran yang tinggi dan melemahnya mata uang, sebagian besar karena sanksi ekonomi AS yang sudah berlangsung lama.
Banyak pedagang dan importir Iran menghadapi kesulitan mendapatkan mata uang asing, yang mereka harus bayar untuk komoditas impor.
Pada hari Senin, para pedagang Iran mengadakan demonstrasi di luar gedung parlemen di Teheran untuk memprotes kondisi ekonomi yang memburuk.
Menurut laporan media setempat, para demonstran mencela peningkatan biaya hidup, menuntut para politisi bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah ekonomi negara yang kronis.




