DK PBB lagi-lagi menunda pemungutan suara tentang gencatan senjata di Gaza gegara penolakan (veto) oleh Amerika SerikatĀ mengenai istilah penghentian permusuhan serta pemeriksaan truk pembawa bantuan kemanusiaan.
Voting yang dilakukan Senin (18/12) ditunda sampai Rabu (20/12) karena anggota Dewan Keamanan PBB masing-masing masih sedang melakukan negosiasi untuk menghindari veto AS.
Sementara AS juga masih keberatan atas hak Israel membela diri terhadap serangan Hamas, 7 Okt. 2023 lalu, yang memicu aksi balasan oleh negara Yahudi itu berupa bombardemen ke target-target sipil termasuk kawasan permukiman penduduk Gaza.
Jika korban di pihak Israel saat wilayahnya diguyur ribuan roket dan diserbu oleh Hamas pada 7 Okt. Seanyak 1.400 tewas dan 240 oang disandera (sebagian sudah dilepas saat gencatan senjata), Palestina kehilangan 18.000 warganya, belum termasuk rumah-rumah atau apartemen dan infrastruktur publik lainnya.
Jubir Dewan Keamananan NasionalĀ AS John Kirby mengemukakan, pihaknya masih mempelajari modalitas resolusi mengingat yang penting adalah agar seluruh dunia memahami apa yang dilakukan Hamas pada 7 Ok dan Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari ancaman Hamas.
Voting di DK PBB bagi resolusi yang diajukan Uni Arab Emirat (UEA) awalnya digelar, Selasa (18/12) sore waktu setempat, namun dibatalkan karena AS meminta lebih banyak waktu.
Sebelumnya draft resolusi yang dibahas Senin pagi (18/12) memuat seruan penghentianĀ permusuhan secepatnya dan berkelanjutan, namun naskah diubah pada Selasa pagi (19/12) yang naskahnya diperlunak.
Naskah yang baru memuat seruan penghentian permusuhan segera guna memungkinkan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan selain dilakukan langkah-langkah penghentian permusuhan secara berkelanjutan.
Mayoritas penduduk dunia, termasuk di negara-negara yang pemerintahnya mendukung Israel juga mengecam aksi brutal yang dilakukan Israel sejak 8 Oktober yang sebagian besar (sekitar 70 persen) adalah warga sipil terdiri dari perempuan dan anak-anak.
Tanpa aksi kongkret untuk menghentikan bombardemen oleh Israel di Gaza, korban bakal terus berjatuhan, dan yang terbanyak dialami oleh warga sipil terutama anak-anak dan perempuan tak berdosa.
Masyarakat dunia harus terus cawe-cawe menyuarakan perdamaian termasuk mengajak masyarakat sipil di seluruh dunia mengecam pemerintah masing-masing yang tidak berempati pada upayaĀ terwujudnya perdamaian. (AP/AFP/Reuters).





