Awas! Adiksi Gawai Sebabkan Obesitas dan Gampang Lupa

Ilustrasi. (Foto: iStock)

JAKARTA – Sebagian besar orang saat ini telah menggunakan gadget (gawai) sebagai pendukung kegiatan sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, gawai juga memiliki potensi membawa dampak negatif, seperti kecanduan atau adiksi.

Seseorang yang kecanduan gawai seringkali tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.

Dokter spesialis kesehatan jiwa dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit Jakarta, dr Yenny Sinambela, SpKJ (K), menjelaskan bahwa adiksi terhadap gawai dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi.

“Dalam aspek kognitif jadi mudah lupa, istilahnya tidak konsentrasi begitu lah ya. Terus secara fisik, dia bisa obesitas,” kata Yenny, dilansir dari Antara.

Kebiasaan menggunakan gawai sebelum melakukan aktivitas dapat menyebabkan obesitas karena seringnya seseorang menyiapkan makanan di sekitarnya untuk menghindari gangguan terhadap kesenangan bermain gadget.

“Akibatnya badannya menjadi gede,” kata Yenny.

Selain itu, penggunaan gawai dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan nyeri pada saraf motorik tubuh akibat posisi yang tidak nyaman.

“Kepala mulai terasa pusing, atau tangannya terasa sakit,” ujarny.

Selain masalah fisik, adiksi terhadap gawai juga dapat menyebabkan penundaan dalam melakukan kegiatan produktif lainnya, seperti bekerja atau belajar.

Hal ini dapat berdampak pada keuangan, terutama jika gawai digunakan untuk berjudi online, atau dapat meningkatkan masalah dalam hubungan pernikahan.

Dokter spesialis kesehatan jiwa dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dr Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ Jakarta, menjelaskan ciri-ciri seseorang dengan gangguan jiwa yang memerlukan bantuan medis.

Ciri-ciri gangguan jiwa sering diistilahkan dengan 3P. Pertama adalah gangguan pikiran. Ketika seseorang terus-menerus mengalami gangguan pikiran yang membuatnya sulit tidur, sebaiknya orang terdekat membawa mereka untuk diperiksa oleh dokter atau psikolog.

Kedua adalah gangguan perasaan. Jika seseorang terus merasa sedih, cemas, atau marah secara berkelanjutan, mereka sebaiknya mendapatkan bantuan dari dokter atau psikolog.

Ketiga adalah gangguan perilaku. Hal ini dapat terlihat ketika seseorang mulai menunjukkan perubahan kepribadian yang signifikan, seperti menarik diri dari pergaulan atau mudah tersinggung. Orang terdekat disarankan untuk mencari bantuan profesional.

“Ketika melihat ada 3P ini, itu adalah peringatan untuk kita mencari bantuan profesional. Bisa ke psikolog ataupun ke psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa),” kata Zulvia.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here